Pojok Budaya
Kolaborasi Pemerintah & Masyarakat Adat, Jadi Kekuatan Dalam Menjaga Keberlangsungan Budaya Lampung
Repost biroadpim.lampungprov.go.id
Pojok Budaya
Repost biroadpim.lampungprov.go.id
Pojok Budaya
Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan mengubah eks gedung kesenian di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, menjadi pusat ekonomi kreatif dan merupakan pertama di daerah tersebut. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan gedung ekonomi kreatif atau creative hub bernama Siliwangi Center itu telah memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan kontrak.
Pojok Budaya
Oleh : Syafaruddin Daeng Usman sejarawan Kalimantan Barat Pontianak - Spektroom: Perkembangan sastra Indonesia modern tidak hanya lahir dari pusat-pusat kebudayaan di Jawa atau Sumatra. Di tengah proses pembentukan identitas kebangsaan Indonesia pada awal abad ke-20, sejumlah nama dari daerah turut memberi warna penting dalam perjalanan sastra nasional. Di antaranya adalah
Pojok Budaya
Sleman-Spektroom : Kabupaten Sleman kini semakin mantap menapakkan langkah di kancah global. Daerah ini lolos seleksi nasional tahap kedua untuk pengusulan nominasi anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Tahun 2027 di bidang perfilman. Keberhasilan ini menjadi babak baru yang sangat membanggakan bagi seluruh masyarakat Sleman dalam
Pojok Budaya
Surakarta-Spektroom : Alunan gamelan Sekaten kembali menggema dari Bangsal Pradonggo atau Bangsal Sekati, kompleks Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tradisi tahunan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menarik perhatian warga yang ingin mendengarkan langsung suara gamelan pusaka Keraton Surakarta. Irama gending yang khas membuat sejumlah pengunjung sengaja datang ke Masjid
Pojok Budaya
Landak - Spektroom : Di tengah rimbunnya kawasan adat Menyuke, Kabupaten Landak, suara doa dan lantunan adat menggema dari Panyugu 9 Ansenkg Landak, Darit, Minggu (16/08/2026). Bagi masyarakat Dayak setempat, kemerdekaan Indonesia bukan sekadar catatan sejarah yang diperingati setiap Agustus, melainkan warisan perjuangan yang terus dihidupkan melalui tradisi dan
Pojok Budaya
Lumajang-Spektroom : Dari rumah Romo Dukun, warga berjalan sejauh tiga kilometer menuju makam leluhur sambil membawa tamping, hidangan berupa nasi dan lauk yang telah disiapkan dari rumah. Anak-anak hingga orang dewasa mengikuti perjalanan tersebut dengan tertib. Bagi masyarakat suku Tengger di Ranupani, kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang, perjalanan itu merupakan bagian dari
Pojok Budaya
Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat upaya menjadikan jukulele sebagai bagian dari identitas musik daerah sekaligus wadah pengembangan bakat generasi muda. Komitmen itu ditegaskan dalam Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026 yang digelar di Balai Pelestarian Kebudayaan Kota Ambon, Jumat (14/8/2026). Sambutan Wali Kota Ambon yang
Pojok Budaya
Jember-Spektroom : International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 hari kedua, Street Parade Culture Session I memukau ribuan penonton. Parade ini menampilkan marching band tingkat Sekolah Dasar. Ketua Panitia Pelaksana International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026, Tri Basuki dalam pidato sambutan, Sabtu (08/08/2026) sore mengatakan, street parade menjadi salah satu
Pojok Budaya
Jember-Spektroom : Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arisandi, telah mengkonfirmasi secara resmi bahwa kawasan Gumuk Lesung, yang juga dikenal masyarakat sebagai Gumuk Lumpang, telah masuk dalam daftar inventarisasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) sejak tahun 2019 dan kini berstatus sebagai Objek Duga Cagar Budaya (ODCB). Jum'at (07/08/2026)
Pojok Budaya
Tanjungpinang-Spektroom : Festival Selat Malaka akan berlangsung selama 3 hari, pada tanggal 19 dan 20 September 2026 akan digelar di Kota Batam sedangkan di Kota Tanjungpinang dilaksanakan pada 21 September 2026. Hal itu terungkap Audiensi Aliansi Julrnalis Independen(Aji) Kota Tanjungpinang, kepada Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kamis(6/8/2026) di
Pojok Budaya
Mataram-Spektroom : Pelestarian cagar budaya harus memasuki paradigma baru. Keberhasilan tidak lagi diukur dari banyaknya objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya, tetapi dari sejauh mana warisan sejarah mampu dikelola, dimanfaatkan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, pariwisata budaya, serta penguatan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan Miq Iqbal saat