Trending

Ketika HUT Kobar Tak Hanya Dirayakan, Upacara Adat Menghidupkan Ingatan tentang Leluhur

Ketika HUT Kobar Tak Hanya Dirayakan, Upacara Adat Menghidupkan Ingatan tentang Leluhur
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran saat mengikuti upacara adat di Balai Sembaga Mas Pangkalan Bun. (Foto: MMC KTg)

Pangkalan Bun-Spektroom: Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak hanya berlangsung dalam suasana perayaan. Di Balai Sembaga Mas, Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, Selasa (6/10/2026), masyarakat diajak kembali mengingat akar sejarah daerah melalui sebuah upacara adat.

Upacara adat tersebut menjadi ruang untuk mengenang jasa leluhur dan para tokoh pendahulu yang telah meletakkan dasar bagi perjalanan Kabupaten Kotawaringin Barat. Di tengah perkembangan daerah yang terus bergerak, tradisi itu sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan tidak lahir dari ruang kosong.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran menilai upacara adat bukan sekadar rangkaian seremoni hari jadi.

“Upacara adat ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk syukur dan penghormatan atas jasa leluhur serta tokoh-tokoh pendahulu Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Agustiar.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan identitas budayanya. Sebaliknya, nilai-nilai lokal perlu tetap hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya bukan warisan masa lalu, tetapi kekuatan memenangkan masa depan,” tuturnya.

Pesan itu menjadi penting ketika Kobar memasuki usia 67 tahun. Bagi Agustiar, nilai Huma Betang dan Belom Bahadat tidak cukup hanya dikenang dalam upacara atau ditampilkan pada momentum tertentu. Nilai hidup bersama dalam keberagaman, saling menghormati dan menjaga persatuan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kalau nilai-nilai luhur ini terus kita jaga dan kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaallah kita mampu membangun Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Suasana upacara adat dalam rangka HUT ke 67 Kabupaten Kotawaringin Barat di Balai Sembaga Mas. (Foto: dok MMC KTg)

Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah mengatakan perjalanan Kobar hingga usia 67 tahun tidak terlepas dari kontribusi para pendiri daerah, tokoh masyarakat dan berbagai pihak yang membangun daerah dari masa ke masa.

Karena itu, momentum hari jadi menjadi kesempatan untuk menengok perjalanan tersebut sekaligus menyiapkan langkah ke depan. Kemajuan pembangunan, kata dia, perlu berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan nilai budaya masyarakat.

Semangat kebersamaan itu juga diwujudkan Pemprov Kalteng dengan memberikan bantuan masing-masing Rp15 juta kepada dua relawan karhutla yang mengalami musibah. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada mereka yang selama ini berada di garis depan membantu masyarakat menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Dari Balai Sembaga Mas, pesan HUT ke-67 Kobar pun terasa lebih luas: daerah boleh tumbuh dan berubah, tetapi ingatan terhadap leluhur, budaya dan semangat kebersamaan tidak semestinya ikut hilang. (Polin-WDY/:RN)

Berita terkait