Tak Hanya Juara, Kaligrafer MTQH XLV Palangka Raya Juga Bawa Pulang Apresiasi Finansial
Palangka Raya-Spektroom : Bagi sebagian orang, menjadi juara adalah puncak pencapaian. Namun bagi lima kaligrafer terbaik pada cabang Khatt Al-Qur'an MTQH XLV Tingkat Kota Palangka Raya, kebahagiaan itu bertambah ketika karya mereka mendapat apresiasi dalam bentuk finansial melalui lelang yang berlangsung usai penutupan musabaqah, Senin (3/8/2026).
Lima karya kaligrafi terbaik dari kategori Kontemporer, Hiasan Mushaf, dan Naskah langsung menarik perhatian para pejabat yang hadir. Satu per satu karya diperebutkan lelang dalam suasana penuh antusias hingga seluruhnya ludes terjual dengan nilai keseluruhan mencapai Rp10 juta.
Bagi para kaligrafer, momen tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan menulis ayat-ayat suci Al-Qur'an bukan hanya mengantarkan mereka meraih prestasi, tetapi juga memperoleh penghargaan nyata atas karya seni yang lahir dari kesabaran, ketelitian, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana MTQH XLV Kota Palangka Raya, M. Khemal Nasery, mengatakan lelang tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para seniman kaligrafi sekaligus upaya membangun budaya menghargai karya islami.
"Ini bukan sekadar lelang. Ini bentuk cinta kami kepada Al-Qur'an dan apresiasi kepada para seniman kaligrafi. Kami ingin karya-karya terbaik ini terus hidup dan menjadi penyemangat bagi generasi berikutnya," ujarnya.
Persaingan penawaran berlangsung hangat. Karya kategori Hiasan Mushaf menjadi yang tertinggi dengan harga Rp3,6 juta dan dibeli Wakil Wali Kota Palangka Raya. Sementara karya kategori Kontemporer diboyong Kepala BPBD bersama Camat Bukit Batu seharga Rp3,2 juta.
Tiga karya lainnya masing-masing dibeli Camat Pahandut senilai Rp1 juta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya Rp1 juta, serta Asisten III yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya seharga Rp1,2 juta.
Total dana Rp10 juta yang terkumpul dalam satu malam menjadi simbol bahwa seni kaligrafi Al-Qur'an memiliki nilai spiritual, artistik, sekaligus mendapat tempat di hati para pemimpin daerah. Apresiasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para kaligrafer untuk terus berkarya dan mengembangkan seni khatt di Kota Palangka Raya.
MTQH XLV bukan hanya melahirkan para juara yang akan mewakili Kota Palangka Raya di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa karya yang lahir dari ayat-ayat suci layak dihargai dan didukung. Ketika prestasi disambut dengan apresiasi nyata, semangat mencintai Al-Qur'an pun akan terus tumbuh dan menginspirasi generasi mendatang. (Polin-Eka)