Tak Ingin Api Kembali Menyala, Fairid Pimpin Pemadaman Karhutla Malam Hari
Palangka Raya-Spektroom: Ketika sebagian warga mulai beristirahat, tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya justru kembali bergerak. Bara yang sempat padam sejak pagi hingga sore belum sepenuhnya dianggap aman, terutama di lahan gambut yang berada tidak jauh dari permukiman.
Kondisi itu membuat Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, turun langsung memimpin pemadaman dan pembasahan sejumlah titik karhutla, Minggu (20/9/2026) malam.
Bersama jajaran perangkat daerah terkait, Fairid memastikan lahan yang sebelumnya terbakar kembali dibasahi untuk mencegah bara di bawah permukaan tanah muncul menjadi api dan bergerak mendekati rumah warga.
“Angin sekitar pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB memicu munculnya titik api baru. Lahan terbakar yang sudah padam sejak pagi hingga sore perlu kita lakukan pembasahan kembali,” ujar Fairid.
Menurutnya, penanganan pada malam hari menjadi penting karena tiupan angin dapat memicu kembali titik api yang sebelumnya terlihat sudah padam. Karena itu, kawasan yang berdekatan dengan permukiman menjadi perhatian untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Kita perlu melakukan pembasahan di sekitar permukiman perkotaan agar malam hari api tidak kembali menyala dan menyasar rumah warga. Kami ingin memastikan lokasi benar-benar aman,” tegasnya.
Pemko Palangka Raya mengerahkan 13 unit mobil operasional yang dibagi ke tiga titik berdasarkan pemetaan konsentrasi api. Salah satu lokasi yang kembali diperiksa berada di kawasan Jalan Mahir Mahar.
Di lokasi tersebut, api yang sempat dinyatakan padam pada siang hari kembali terlihat saat dilakukan pengecekan malam.
“Contohnya di Jalan Mahir Mahar. Sebenarnya sudah padam, tetapi saat kita kunjungi api kembali menyala. Karena itu kita tidak boleh lengah,” jelas Fairid.
Di tengah kondisi lapangan yang masih berisiko, Fairid juga mengingatkan agar keselamatan dan kesehatan petugas tetap menjadi perhatian. Setiap personel yang akan bertugas diwajibkan menjalani pemeriksaan medis sebelum turun ke lapangan, terutama karena mereka bekerja di tengah paparan kabut asap dan kondisi medan yang tidak mudah.
Upaya pemadaman malam itu bukan hanya untuk mengejar api yang terlihat, tetapi juga memastikan bara yang tersembunyi di lahan gambut tidak kembali menjadi ancaman bagi warga dan permukiman di sekitarnya. (Polin-Gusti/ndk)