Tak Perlu Antri Panjang, Warga Sleman Daftar Bantuan Sosial Cukup Lewat HP

Tak Perlu Antri Panjang, Warga Sleman Daftar Bantuan Sosial Cukup Lewat HP
Menkomdigi Meutya Hafid saat meninjau uji coba digitalisasi Perlindungan Sosial, di Yogyakarta (Foto: Humas Komdigi)

Yogyakarta-Spektroom : Urus bantuan sosial tak harus lagi ke kelurahan, bawa map berisi berkas, lalu antri berjam-jam. Kini cukup lewat HP.

Itu yang dirasakan warga Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, saat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung uji coba digitalisasi Perlindungan Sosial, Kamis (13/8/2026).

Melalui Portal Perlindungan Sosial, warga yang punya ponsel dan terbiasa dengan layanan digital bisa mendaftar secara mandiri. Sementara bagi warga yang belum terbiasa, pemerintah menyiapkan agen Perlinsos untuk mendampingi proses pendaftaran dari rumah ke rumah.

“Teknologi pemerintah bukan sekadar membangun sistem. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut memudahkan masyarakat dan memastikan hak masyarakat dapat diberikan secara tepat,” kata Meutya.

Di balik portal itu ada Sistem Penghubung Layanan Pemerintah atau SPLP. Sistem ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai data pemerintah secara aman. Data dari Kemensos, Dukcapil, Pemda, hingga tingkat desa kini bisa saling digunakan sesuai kewenangan, tanpa melanggar prinsip pelindungan data pribadi.

Dengan data yang terhubung, proses verifikasi jadi lebih cepat dan sederhana. Warga yang berhak tidak akan terlewat. Sebaliknya, warga yang tidak memenuhi kriteria tidak lagi menerima bantuan. Masyarakat juga diberi ruang untuk mengajukan permohonan atau menyampaikan sanggah jika merasa penilaiannya belum sesuai.

Menurut Meutya, perlindungan sosial adalah bentuk kehadiran negara. Namun selama ini pelaksanaannya masih terkendala data antar instansi yang belum nyambung dan proses yang panjang. Digitalisasi hadir untuk memotong rantai birokrasi itu.

Hasilnya mulai terlihat. Di Kabupaten Sleman, hingga minggu pertama Agustus 2026, sebanyak 61.112 keluarga sudah terdaftar di Portal Perlindungan Sosial.

“Pada akhirnya, teknologi harus bekerja untuk masyarakat. Data yang terhubung harus berujung pada layanan yang lebih mudah, dan layanan yang lebih mudah harus memastikan hak masyarakat diberikan secara cepat, tepat, dan adil,” tutup Meutya. (RRE/Diut)

Berita terkait

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber melalui sistem pilah, angkut, dan olah. Kebijakan ini diarahkan agar sampah tidak sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah sejak dari rumah untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas