Trending

Timur Tengah Memanas, Jamaah Patut Pertimbangkan Penundaan Keberangkatan Umroh

Timur Tengah Memanas, Jamaah Patut Pertimbangkan Penundaan Keberangkatan Umroh
Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni (Foto : Perlementaria)

Jakarta-Spektroom : Jamaah Indonesia yang berencana ingin melaksanakan ibadah umroh di tanah suci perlu meningkatkan kewaspadaan setelah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dengan pemerintah Arab Saudi. Terkini serangan roket terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

“Bagi para calon jemaah haji yang akan berangkat, coba dilihat dan dipikir-pikirkan apakah masih siap untuk berangkat atau menunda keberangkatannya, karena eskalasi permasalahannya bisa semakin melebar,” kata anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni dalam keterangan pers di Jakarta seperti yang dikutip dari Parlementaria, Senin (12/10/2026).

Lebih lanjut menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut I ini jamaah perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi sebelum mengambil keputusan terkait waktu keberangkatan.

"“Untuk umrah, nanti dari Kementerian Luar Negeri seperti apa, apakah umrah masih boleh atau tidak, mereka yang lebih tahu,” ujar Husni yang juga anggota Panja Penyelenggaraan Haji dan Umroh DPR RI.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan perjalanan umrah dari Indonesia umumnya menggunakan dua bandara utama di Arab Saudi, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan bandara di Madinah.

"Meskipun Makkah dan Madinah dinilai relatif jauh dari pusat ketegangan di Riyadh, potensi meluasnya konflik tetap perlu diantisipasi. Aspek keamanan, menurutnya, harus menjadi pertimbangan utama," paparnya.

Komisi VIII DPR RI menurut Husni juga terus memantau perkembangan dan pengumuman dari instansi berwenang, terutama Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan perwakilan Indonesia di Jeddah, serta pemerintah Arab Saudi. (my)

Berita terkait