TKA MTs Palangka Raya Resmi Dimulai, 16 Madrasah Ikut Uji Kemampuan Akademik

Ujian dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, dari 6 hingga 16 April 2026, dengan fokus pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

TKA MTs Palangka Raya Resmi Dimulai, 16 Madrasah Ikut Uji Kemampuan Akademik
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H. Muhidin Arifin, membuka langsung pelaksanaan TKA di MTsN 1 Kota Palangka Raya. (Foto: HKP Kemenag PKY)

Palangka Raya-Spektroom : Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang MTs di Kota Palangka Raya resmi dimulai, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan asesmen nasional untuk mengukur capaian akademik siswa secara lebih terstandar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H. Muhidin Arifin, membuka langsung pelaksanaan TKA di MTsN 1 Kota Palangka Raya. Ujian dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, dari 6 hingga 16 April 2026, dengan fokus pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Sebanyak 16 MTs ambil bagian dalam pelaksanaan tahun ini. Namun, tidak semua madrasah menjalankan sistem penuh berbasis digital. Sejumlah sekolah masih menggunakan pola semi online, menyesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia.

H. Muhidin Arifin dan jajarannya saat meninjau ruang Ujian TKA. (Foto: HKP Kemenag PKY)

Dalam arahannya, Muhidin menekankan pentingnya kesiapan teknis dan mental siswa. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas pelaksanaan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didik.
“Persiapkan diri dengan baik, jaga kesehatan, dan jangan lupa minta doa restu orang tua. Semoga seluruh rangkaian TKA berjalan lancar,” ujarnya.

Selain itu, panitia pelaksana juga diminta mengantisipasi potensi kendala di lapangan, termasuk risiko kecurangan dan gangguan teknis. Langkah mitigasi dinilai krusial agar pelaksanaan tetap objektif dan kredibel.

Foto Bersama (Foto: HKP Kemenag PKY)

Melalui TKA, pemerintah berharap mendapatkan gambaran riil capaian akademik siswa madrasah. Hasilnya bukan sekadar angka, tapi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke depan. (Polin-Eka)

Berita terkait

MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana Dengan Tema Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua

MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana Dengan Tema Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua

Banjarmasin-Spektroom : Menghadirkan sejumlah narasumber yang mengerti permasalahan lingkungan, MUI Kalsel, Bidang Kerukunan Umat Beragama, menggelar dialog lingkungan di sebuah restoran, Sabtu, 26 September 2026. Tema yang diangkat, “Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua”, menghadirkan Raden Rafiq Sepdian (Ditektur Walhi Kalsel); Anang Suriani (Tokoh Adat Dayak Pitap); M. Syaripuddin (Anggota DPRD

Junaidi, Anggoro AP
Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Kemenag Perkuat Fungsi Sosial dan Ekonomi

Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Kemenag Perkuat Fungsi Sosial dan Ekonomi

Jakarta — Spektroom: Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai ruang ibadah, tetapi tumbuh menjadi pusat pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan jamaah. Fungsi itu mencakup penguatan ekonomi, kepedulian lingkungan, hingga penyediaan layanan yang ramah bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, pemberdayaan rumah ibadah

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
ссс