UAN PKPPS 2026 Dimulai, 1.191 Santri Kalteng Uji Kompetensi Berbasis Digital

UAN PKPPS 2026 Dimulai, 1.191 Santri Kalteng Uji Kompetensi Berbasis Digital
Tampak para santri saat gladi uji kompetensi berbasis digital. (Dok: Kemenag KTG)

Palangka Raya-Spektroom :
Sebanyak 1.191 santri pondok pesantren di Kalimantan Tengah akan mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) tahun 2026 yang digelar bertahap mulai 6 April hingga Mei. Ujian ini menjadi penanda penguatan mutu pendidikan pesantren yang kini semakin adaptif terhadap sistem digital.

Pelaksanaan UAN PKPPS tahun ini dilakukan dengan sistem Computer Based Test (CBT) secara mandiri di masing-masing pondok pesantren. Tercatat, 24 lembaga pesantren di 8 kabupaten/kota ambil bagian dalam pelaksanaan ujian tersebut.

Adapun jadwal ujian terbagi dalam tiga jenjang. Tingkat Ulya (setara SMA/MA) berlangsung pada 6–12 April 2026 dengan 310 peserta. Disusul tingkat Wustha (setara SMP/MTs) pada 20–25 April sebanyak 782 santri, dan tingkat Ula (setara SD/MI) pada 4–9 Mei dengan 99 peserta.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Papkis) Kanwil Kemenag Kalteng, H. Elly Saputra, menegaskan bahwa pelaksanaan ujian ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bagian dari upaya menjaga standar mutu pendidikan pesantren.
“UAN PKPPS berbasis CBT ini diharapkan berjalan lancar, tertib, dan akuntabel. Ini bentuk keseriusan kita dalam menghadirkan pendidikan pesantren yang setara dan berkualitas,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat (4/4/2026).

Ia menambahkan, selain mengukur kemampuan akademik, ujian ini juga menilai kompetensi keagamaan santri sebagai identitas utama pendidikan pesantren.


Materi yang diujikan mencakup pelajaran keislaman seperti Al-Qur’an, Hadis, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam, serta mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Pancasila, hingga Bahasa Inggris.
Hasil ujian nantinya akan dikombinasikan dengan capaian pembelajaran santri melalui aplikasi Sistem Informasi dan Komunikasi Pesantren (SIKAP).

Integrasi ini membuat penilaian lebih menyeluruh, tidak hanya berbasis ujian akhir.
Sebaran peserta cukup merata, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Kapuas sebanyak 353 santri, disusul Kotawaringin Timur 245 santri, dan Kota Palangka Raya 220 santri.

Sementara daerah lainnya seperti Pulang Pisau, Barito Timur, Barito Utara, Katingan, dan Murung Raya turut berpartisipasi.
Kemenag Kalteng juga mengingatkan seluruh penyelenggara untuk memastikan kesiapan sarana CBT agar pelaksanaan berjalan tanpa hambatan.

Ujian ini bukan sekadar angka dan nilai, tetapi bagian dari ikhtiar membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi zaman tanpa kehilangan jati diri. (Polin Maturidi)

Berita terkait

MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana Dengan Tema Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua

MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana Dengan Tema Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua

Banjarmasin-Spektroom : Menghadirkan sejumlah narasumber yang mengerti permasalahan lingkungan, MUI Kalsel, Bidang Kerukunan Umat Beragama, menggelar dialog lingkungan di sebuah restoran, Sabtu, 26 September 2026. Tema yang diangkat, “Agama dan Kerusakan Lingkungan di Banua”, menghadirkan Raden Rafiq Sepdian (Ditektur Walhi Kalsel); Anang Suriani (Tokoh Adat Dayak Pitap); M. Syaripuddin (Anggota DPRD

Junaidi, Anggoro AP
Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Kemenag Perkuat Fungsi Sosial dan Ekonomi

Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Kemenag Perkuat Fungsi Sosial dan Ekonomi

Jakarta — Spektroom: Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai ruang ibadah, tetapi tumbuh menjadi pusat pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan jamaah. Fungsi itu mencakup penguatan ekonomi, kepedulian lingkungan, hingga penyediaan layanan yang ramah bagi anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, pemberdayaan rumah ibadah

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
ссс