Trending

UI Half Marathon 2026: Saat 6.000 Pelari Membuka Jalan Rezeki UMKM

UI Half Marathon 2026: Saat 6.000 Pelari Membuka Jalan Rezeki UMKM
UI Half Marathon (UIHM) 2026 di kawasan UI Depok, mengusung tema Beyond the Finish Line. Digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). (Foto: Spektroom).

Depok — Spektroom : Sebanyak lebih 6.000 pelari memadati kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Minggu (11/10/2026). Di antara rindangnya pepohonan kampus, mereka mengikuti UI Half Marathon (UIHM) 2026 yang mengusung tema Beyond the Finish Line.

Digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), ajang tahunan ini memasuki penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2017. Selain menjadi ruang bagi alumni dan masyarakat umum untuk berolahraga, UIHM juga menghadirkan dampak ekonomi nyata melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Panitia Pelaksana UIHM 2026, Herzal Herwana Putra, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan alumni sekaligus mendorong semangat sportivitas, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Tujuannya adalah mengajak alumni UI berkumpul, reuni bersama, dengan semangat sportivitas dan kesehatan,” ujarnya.

Dampak kegiatan tidak berhenti di lintasan. Di area acara, sebanyak 40 stan bazar UMKM dan 20 stan sponsor melayani peserta setelah berlari. Dengan demikian, total 60 stan turut menghidupkan area kegiatan dan membuka ruang interaksi langsung antara pelaku usaha dan ribuan pengunjung.

Panitia memberikan kesempatan kepada pelaku usaha dan UMKM untuk berjualan tanpa biaya sewa stan. Sebagai gantinya, diterapkan skema bagi hasil berdasarkan kesepakatan, dengan pembagian 70 persen untuk tenant dan 30 persen untuk panitia. Porsi panitia digunakan untuk mendukung penyediaan fasilitas, pengelolaan area, serta kebutuhan operasional bazar.



Peluang tersebut dirasakan Sesi (37), pelaku usaha kuliner nasi kebuli rumahan asal Bogor.

Dari sekitar 80 porsi makanan yang disiapkan, 72 porsi dibawanya ke lokasi UIHM dan seluruhnya ludes terjual dengan harga Rp45.000 per porsi.

Penjualan tersebut menunjukkan bagaimana kehadiran ribuan peserta dapat langsung berubah menjadi peluang pendapatan bagi UMKM, bahkan bagi usaha rumahan yang baru pertama kali mengikuti acara berskala besar.

“Ini baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini. Karena belum punya pengalaman, kami tidak berani membawa banyak makanan. Alhamdulillah, ternyata habis,” tuturnya.


Menurut Sesi, keikutsertaan dalam UIHM tidak hanya menghasilkan penjualan, tetapi juga memperkenalkan masakan rumahan kepada konsumen yang lebih luas. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar agar pelaku usaha kecil memperoleh akses pemasaran yang lebih besar.

Melalui UIHM 2026, manfaat kegiatan olahraga terlihat hingga ke luar arena. Kehadiran 6.000 pelari menciptakan pasar bagi UMKM, sementara 40 stan bazar menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk secara langsung.

Tanpa biaya sewa stan dan dengan skema bagi hasil 70 persen untuk tenant serta 30 persen untuk panitia, kemitraan ini memberi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan pelanggan.

Itulah makna Beyond the Finish Line: setelah perlombaan usai, manfaatnya tetap bergerak melalui peluang ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku UMKM.

Berita terkait