Walikota Batam: Pemko dan BP Batam Jaga Ekonomi hingga Respon Isu Publik

Walikota Batam: Pemko dan BP Batam Jaga Ekonomi hingga Respon Isu Publik
Sebagai Irup Gabungan Walikota Batam Amsakar Achmad. (Foto: Diskominfo)

Batam-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dua lembaga yang berbeda memegang peran peting dalam mengatur dan membangun kota Batam.

Keduanya kini didorong untuk bergerak seirama dan memperkuat kerja sama dalam memajukan ekonomi serta melayani masyarakat Batam secara optimal

Dua lembaga tersebut saat dipimpin Amsakar Achmad Walikota Batam yang juga selaku Kepala BP Batam melaksanakan apel gabungan di Dataran Engku Putri Batam, Rabu (2/9/2026).

Kedua institusi ini diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus merespons berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Keterbukaan informasi publik menuntut pemerintah mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika bertindak selaku inspektur upacara gabungan, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menginstruksikan jajaran Pemko Batam dan BP Batam untuk bergerak seirama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia meminta seluruh pegawai dan pimpinan entitas pemerintahan menjaga integritas institusi serta tidak reaktif dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Untuk mengantisipasi informasi yang tidak utuh atau bias, Amsakar menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat jaringan publikasi internal. Media sosial resmi milik OPD juga diminta dioptimalkan sebagai sarana penyebarluasan informasi pemerintah.

“Setiap informasi resmi yang diterbitkan di Media Center seluruh akun OPD wajib membagikan ulang. Langkah ini penting agar informasi yang miring atau bias di ruang publik bisa kita luruskan dengan cepat,” tegas Amsakar.

Selain penguatan komunikasi publik, Amsakar menyoroti percepatan pelaksanaan proyek fisik dan pembangunan infrastruktur. Ia meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya bersama unit terkait melakukan evaluasi secara ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Walikota Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra mendengarkan laporan dari anggota. (Foto: Diskominfo)

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai target dan tidak mengalami keterlambatan yang berpotensi menimbulkan persoalan, termasuk putus kontrak.

Kebutuhan dasar masyarakat tentang air bersih masih belum terlaksana dengan baik tim teknis yang ditujuk dapat mengatasinya sebagai bentuk membawa soluli dan menenangkan warga.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan pipa tua memang ada, tetapi kawan-kawan di lapangan harus hadir membawa solusi dan menenangkan warga. Terima kasih kepada tim yang bergerak cepat merespons aduan masyarakat,” ujarnya.

Mengakhiri arahannya, Amsakar optimistis integrasi kerja antara Pemko dan BP Batam dapat semakin memperkuat perekonomian daerah. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Batam dapat melampaui 7 persen pada triwulan mendatang.

“Batam saat ini menjadi perhatian nasional, mulai dari jenderal, menteri, hingga investor. Cara terbaik kita membalas perhatian tersebut adalah dengan mempersembahkan kinerja terbaik, menjaga soliditas, dan bekerja optimal demi kemajuan daerah,” pungkasnya. 

Berita terkait

Peningkatan Fasilitas Kesehatan RSUD untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kepri

Peningkatan Fasilitas Kesehatan RSUD untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kepri

Kepri–Spektroom : Pengerjaan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sedang berjalan diperkirakan selesai Desember 2026. Proyek peningkatan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp19,98 miliar, yang bersumber dari skema pinjaman daerah Provinsi Kepulauan Riau. Melalui Dinas

Desmawati, Rafles