457 Pesilat Ikuti Kejurlat XXXVII Piala Ketua DPRD Banyumas
Banyumas-Spektroom : Sebanyak 457 pesilat dari 29 kelompok latihan mengikuti Kejuaraan Antar Kelompok Latihan (Kejurlat) XXXVII Piala Ketua DPRD Kabupaten Banyumas 2026. Kejuaraan ini menjadi ajang bagi para pesilat untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Banyumas.
Kejuaraan dibuka Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Agus Priyanggodo, di Gedung Serbaguna Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Jumat (16/10/2026). Kompetisi berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (18/10/2026).
Ketua Panitia Pelaksana Kejurlat Cabang Banyumas, Rendy Aldi, mengatakan ratusan peserta tersebut berasal dari berbagai kelompok latihan di wilayah Cabang Banyumas. Mereka berkompetisi dalam tiga kategori, yakni tanding dengan 414 peserta, tata gerak 33 peserta, dan getaran 10 peserta.
Khusus kategori tanding, peserta dibagi berdasarkan kelompok usia, mulai Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa. Berdasarkan jalur kejuaraan, terdapat kategori prestasi yang diikuti 340 peserta dan pemasalan sebanyak 74 peserta.
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 248 merupakan pesilat putra dan 209 pesilat putri.
Bupati Sadewo mengatakan, pencak silat tidak sekadar mengandalkan kekuatan dan ketangkasan fisik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.
Menurutnya, disiplin, ketenangan, keberanian, dan kemampuan mengendalikan diri merupakan karakter penting yang harus dimiliki setiap pesilat, baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kejuaraan ini menjadi sarana menguji mental, mengasah kemampuan, dan mengukur hasil latihan yang telah dijalani,” ujar Sadewo.
Ia juga mengingatkan peserta agar bertanding dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghormati keputusan wasit dan juri. Kesiapan menerima hasil pertandingan, baik menang maupun kalah, menjadi bagian dari pembentukan karakter seorang pesilat.
“Kejujuran dan kesiapan menerima hasil pertandingan, baik menang maupun kalah, adalah cerminan dari jiwa kesatria seorang pesilat,” tegasnya.
Sadewo berharap Kejurlat XXXVII tidak hanya mempererat silaturahmi antarkelompok latihan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelatihan secara berkelanjutan. Dengan demikian, potensi pesilat muda Banyumas dapat berkembang dan mampu bersaing pada kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap lahir atlet pencak silat berprestasi yang mampu membawa nama daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat.