Trending

98,8 Persen Pelanggan PLN di Batam Telah Kembali Menikmati Aliran Listrik

98,8 Persen Pelanggan PLN di Batam Telah Kembali Menikmati Aliran Listrik
Walikota Batam, Amsakar Achmad, ketika ditemui awak media. (Foto: Diskominfo)

Batam–Spektroom : Gangguan pasokan listrik beberapa hari belakangan ini berdampak kepada seluruh sendi kehidupan masyarkat, bahkan Batam sempat pengalami lumpuh (Blackout).

Namun, upaya penanganan yang dilakukan secara intensif menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan infografis kelistrikan PLN Batam pada Selasa (13/10/2026) pukul 04.00-05.00 WIB, sebanyak 406.083 dari total 411.219 pelanggan terdampak telah kembali mendapatkan layanan kelistrikan dan menikmati pasokan listrik.

Angka tersebut setara dengan sekitar 98,8 persen dari total pelanggan terdampak. Dari sisi beban listrik, sebanyak 496,7 megawatt (MW) dari total 501,8 MW telah kembali menyala, atau mencapai sekitar 99 persen. Seluruh 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi yang terdampak juga telah kembali beroperasi. Pada saat data tersebut dirilis, masih terdapat gangguan pada satu penyulang di jaringan distribusi.

Usai berkoordinasi dengan Dirut PLN Batam, Walikota Amsakar Achmad menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan PLN Batam, gangguan awal terjadi di wilayah Sekupang dengan mitigasi akibat masalah pada sistem kelistrikan.

Dampaknya kemudian meluas ke sejumlah wilayah pelayanan lainnya di Batam. Ia memastikan gangguan pasokan listrik yang terjadi sejak Senin (12/10/2026) telah tertangani dengan mitigasi yang akurat dan solutif. Berdasarkan informasi terbaru yang diterima, pemulihan pasokan listrik di Batam kini telah mencapai 100 persen.

“Berdasarkan informasi terkini yang kami terima, kondisi kelistrikan sudah kembali pulih 100 persen. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi yang menyebutkan Batam akan mengalami blackout selama tiga hari ke depan. Informasi tersebut tidak benar,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan layanan publik. Warga diminta memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi PLN Batam dan tidak langsung mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Direktur manjemen proyek dan energi baru terbarukan Suroso Isnandar. (Foto: Diskominfo)

Menurut Amsakar, kepastian pemulihan listrik menjadi hal penting karena pasokan energi berkaitan erat dengan aktivitas masyarakat, kegiatan usaha, serta pelayanan dasar lainnya.

“Semoga dengan kembali normalnya pasokan listrik, seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, termasuk pelayanan dan suplai air bersih. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.

Pemerintah Kota Batam akan terus memberikan dorongan, fasilitasi dan juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi layanan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik.

Hal yang senada disampaikan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN Suroso Isnandar, bahwa PLN tengah menyelidiki penyebab blackout yang membuat aktivitas warga Batam dan sekitarnya sempat lumpuh.

"Sedang kami telusuri penyebab secara seksama dan kita tidak menutup kemungkinan berbagai alasan, mana yang harus kita improve," kata Suroso Isnandar, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Suroso mengatakan seluruh aliran listrik di Batam sudah pulih hari ini. Namun sebagian di wilayah Bintan belum sepenuhnya pulih.

“Sudah pulih per hari ini hampir semuanya sudah pulih, Batam sudah pulih 100 persen dan Bintan sebagian menyusul,” ujarnya.

Berita terkait

Rano Karno: Budaya dan Industri Film Jadi Kekuatan Jakarta Menuju Kota Global

Rano Karno: Budaya dan Industri Film Jadi Kekuatan Jakarta Menuju Kota Global

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan identitas budaya dan pengembangan industri kreatif, khususnya perfilman, sebagai strategi meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat internasional. Upaya ini diarahkan agar Jakarta tidak hanya dikenal dunia sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga diperhitungkan melalui warisan budaya dan karya kreatif anak bangsa. Wakil

Irvan Idris Saleh, Rafles