Ketahanan Energi Diukur dari Ketersediaan BBM di SPBU, Bukan Stok Nasional di Depot
Jakarta9k-Spektroom : Kasus kelangkaan dan antrian panjang BBM di Bali dan enam daerah lainnya yaitu Kalbar, Sulsel, Sulbar, Sumsel, Sumut dan Lampung menunjukkan ada persoalan serius dalam rantai pasok dan mitigasi risiko distribusi. Pernyataan pemerintah dan Pertamina tentang stok nasional aman terkendali, bukanlah jawaban yang ditunggu publik.
"Kelangkaan BBM di Bali dan antrean di SPBU dan sejumlah wilyah lainya menunjukkan bahwa jaminan stok nasional belum cukup jika distribusi di tingkat daerah masih terganggu. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan ketahanan energi diukur dari ketersediaan BBM di SPBU, bukan sekadar jumlah stok di terminal atau depot," kata anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo di Jakarta, Kamis (14/10/2026).
Ia menambahkan keandalan energi harus menjadi tolok ukur utama pelayanan publik. Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, termasuk untuk mendukung industri dan pusat data, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu oleh blank spot dari perencanaan dan distribusi energi.
"Kami di Komisi XII DPR RI akan mendorong evaluasi bersama pemerintah dan Pertamina agar persoalan ini tidak berulang dan keandalan energi benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh daerah," jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur VII ini.
Pada bagian lain Sartono menekankan pengawasan distribusi dan subsidi harus based on data. Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, potensi pembelian berlebihan, serta dugaan penimbunan harus ditangani berdasarkan data penyaluran dan pengawasan di lapangan, bukan sekadar imbauan.
Sementara itu bicara pada kesempatan berbeda Ketua DPR RI Puan Maharani meminta kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Ia meminta pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali.
“Pemerintah dan Pertamina perlu mengetahui lokasi yang masih terkendala, pihak yang menanganinya, dan kapan pelayanan diperkirakan membaik,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini.
Puan mengingatkan Bali merupakan salah satu daerah pariwisata dengan penopang industri ekonomi kreatif yang berperan besar bagi roda perekonomian Negara. “Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi Nasional,” pungkas Puan. (my)