Trending

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Desa Nekan Sanggau, Tujuh Rumah Warga Terdampak

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Desa Nekan Sanggau, Tujuh Rumah Warga Terdampak
Di tengah situasi tersebut, personel Polsek Entikong bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. (Foto: Humas Polsek Entikong Sanggau).

Sanggau-Spektroom : Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membawa ancaman nyata bagi warga Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang kawasan tersebut pada Rabu (04/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, mengakibatkan tujuh rumah warga terdampak.

Bencana yang datang di tengah tingginya intensitas hujan itu kembali mengingatkan masyarakat Desa Nekan akan ancaman hidrometeorologi yang selama ini menghantui kehidupan mereka.

Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan, hujan lebat bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan pertanda yang harus diwaspadai.

Desa Nekan dikenal sebagai salah satu wilayah yang berulang kali menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor setiap musim hujan.

Kondisi geografis dan tingginya curah hujan membuat masyarakat harus hidup berdampingan dengan risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Di tengah situasi tersebut, personel Polsek Entikong bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, SH, bersama seluruh personel segera menuju lokasi kejadian untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

Petugas membantu warga meninggalkan area berbahaya menuju tempat yang lebih aman.

Warga yang bermukim di kawasan rawan juga diimbau segera mengungsi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Selain melakukan penanganan awal, personel kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Nekan untuk mendukung langkah penanganan bencana berikutnya.

Petugas juga bersiaga di sejumlah titik rawan, membantu warga yang membutuhkan evakuasi, serta mendata kerusakan rumah akibat banjir dan longsor.

Berdasarkan laporan Humas Polsek Entikong, tujuh rumah warga terdampak tersebar di dua dusun.

Lima rumah berada di Dusun Nekan, masing-masing milik Kasianus Donatus, Slamet Muliadi, Resnin, Yakub, dan Kristina Keni.

Sementara dua rumah lainnya berada di Dusun Grama Jaya, milik Lasari dan Sati.

Meski sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat hantaman material longsor dan derasnya air, hingga laporan ini disampaikan belum terdapat korban jiwa.

Di tengah ancaman cuaca ekstrem, keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran air dan kawasan rawan longsor.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama sangat penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama ketika hujan deras terus mengguyur wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Berita terkait