Bapas Sambas Perkuat Sinergi Pembinaan kemasyarakatan
Sambas - Spektroom : Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Di balik perjalanan hidup yang pernah diwarnai kesalahan, selalu ada harapan untuk berubah, membangun kembali kepercayaan, dan diterima sebagai bagian dari masyarakat.
Semangat inilah yang menjadi perhatian dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sambas di Hotel i, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Rabu (04/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 1208/Sambas yang diwakili Danramil 05/Pemangkat Kapten Inf Sigit Edi Sarwana, S.H., Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., para camat se-Kabupaten Sambas, kepala desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas jajaran Sambas.

FGD ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur pemerintahan, aparat kewilayahan, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat koordinasi serta kerja sama pembinaan dan pembimbingan kemasyarakatan.
Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini menegaskan proses pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani konsekuensi hukum, tetapi juga tentang membuka jalan bagi seseorang untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui kelompok layanan bimbingan integritas, Bapas berupaya mendampingi klien pemasyarakatan agar mampu membangun karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika seseorang kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Perubahan perilaku tidak selalu mudah dilakukan tanpa dukungan, pendampingan, dan kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pribadi yang lebih baik.
Keterlibatan pemerintah daerah, camat, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan.
Sinergi lintas instansi diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku, memperkuat kesadaran hukum, serta membantu klien pemasyarakatan memperoleh kembali kepercayaan dan penerimaan sosial.
Keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari proses yang dijalani, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk kembali hidup berdampingan secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Melalui FGD ini, Bapas Kelas II Sambas bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya membangun pemahaman bahwa kesempatan kedua merupakan bagian penting dari proses pemulihan sosial.
Ketika seseorang diberi ruang untuk berubah dan masyarakat bersedia membuka pintu penerimaan, harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik akan semakin nyata.