Jangan Batasi Mimpi, Kapolda Kalteng Bagikan Kisah Perjalanan Hidup kepada Murid MAN
Palangka Raya-Spektroom : Tidak semua orang sejak awal membayangkan akan mencapai posisi tinggi dalam perjalanan hidupnya. Namun, ketekunan, kemauan, dan kesungguhan menjalani proses dapat membuka jalan menuju masa depan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
Pesan itulah yang disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., saat bertemu dengan murid MAN Kota Palangka Raya melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Rabu (4/11/2026).
Di hadapan para murid kelas XI dan XII, Iwan membagikan pengalaman perjalanan hidupnya sekaligus mengajak generasi muda agar tidak membatasi cita-cita. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan proses panjang, kemauan, dan ketekunan.
“Saya ingin anak-anak semua menjadi generasi muda yang tekun belajar, memiliki karakter yang baik, dan mempunyai cita-cita. Jangan pernah membatasi diri dalam bermimpi. Saya sendiri sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan menjadi Kapolda, tetapi dengan ketekunan, kemauan, dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses, akhirnya saya bisa sampai pada titik ini,” ungkap Iwan Kurniawan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan tidak semata-mata ditentukan oleh keadaan seseorang saat ini. Kesempatan untuk berkembang selalu terbuka bagi mereka yang mau belajar, berusaha, dan menjalani setiap tahapan dengan sungguh-sungguh.
Namun, Kapolda juga mengingatkan bahwa cita-cita besar harus diiringi kemampuan menjaga diri dan memilih pergaulan. Ia meminta para murid menjauhi tawuran, balapan liar, penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau judi online, serta penggunaan vape yang disinggung dalam arahannya.
“Jangan sampai masa depan kalian rusak karena terlibat tawuran, balapan liar, narkoba, maupun judi online. Kalian masih memiliki perjalanan panjang untuk meraih masa depan. Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar, mengembangkan potensi dan melakukan hal-hal positif,” pesannya.
Kepala MAN Kota Palangka Raya, Murjani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda Kalteng terhadap dunia pendidikan. Ia menjelaskan, madrasah yang dipimpinnya saat ini memiliki lebih dari 1.000 murid dan menjadi satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri reguler di Kota Palangka Raya.
Menurut Murjani, kondisi tersebut menjadi amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran tetap berlangsung normal di tengah kondisi kabut asap, dengan memperhatikan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan.
Kepedulian Polda Kalteng terhadap lingkungan pendidikan juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan barrier dan tongkat lalu lintas kepada pihak madrasah. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk membantu pengaturan kendaraan di depan akses sekolah, terutama saat murid datang dan pulang.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Workshop Keterampilan MAN Kota Palangka Raya itu juga diisi dialog interaktif. Sejumlah murid mendapat apresiasi karena aktif menyampaikan tanggapan dan berani berpartisipasi dalam diskusi.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Kalteng berharap kedekatan dengan lingkungan pendidikan semakin kuat. Lebih dari itu, pertemuan tersebut membawa pesan bahwa membangun masa depan tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan karakter, kedisiplinan, keberanian bermimpi, dan tanggung jawab.
Sebab, mimpi besar tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan tidak menyerah menjalani proses.(Polin-Khalid)