Bimtek Dapodik Jelang Batas Waktu Sinkronisasi Per 31 Agustus 2025

Bimtek Dapodik Jelang Batas Waktu Sinkronisasi Per 31 Agustus 2025
Foto PPID Dispendik Jember

Spektroom - Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Hotel Fortunagrande Jember Jawa Timur, pada Selasa (26/08/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta operator Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) dari berbagai satuan pendidikan.

Tujuannya adalah memastikan keakuratan dan kelengkapan data DAPODIK sebagai dasar penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan ditingkat daerah maupun nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Hadi Mulyono dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan data yang akurat.

“Kabupaten Jember memberikan kesempatan bagi 20.000 mahasiswa untuk mendapat beasiswa, dan semua itu berangkat dari data pendidikan yang valid. Kalau datanya tidak akurat, kebijakan yang lahir juga tidak akan tepat sasaran. Karena itu, Dapodik harus selalu update, lengkap, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Jember telah mengembangkan sistem tambahan di luar Dapodik, yaitu MyDispendik, yang memuat data lebih detail termasuk kondisi fisik sekolah.

“Melalui Bimtek ini operator sekolah dan kepala satuan pendidikan lebih disiplin dalam mengelola data. Jangan sampai laporan berbeda dengan kondisi di lapangan. Kalau bangunannya rusak, laporkan rusak, jangan ditulis baik-baik saja. Justru dengan laporan yang apa adanya, sekolah bisa mendapatkan sentuhan program perbaikan dari pusat maupun daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jarot Waluyo, menjelaskan dasar hukum dan tujuan dari kegiatan ini.

“Dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, serta Keputusan Mendikbudristek terkait petunjuk teknis data pendidikan,”ungkapnya.

“Tujuannya menjaga konsistensi aliran data Dapodik, meminimalisir residu siswa, memperbarui data kondisi sekolah, serta memadankan data menjelang batas waktu sinkronisasi per 31 Agustus 2025,” jelasnya.

kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari berbagai instansi, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur.

Kehadiran narasumber ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif sekaligus solusi nyata terkait berbagai persoalan teknis Dapodik di lapangan.

Jarot juga menekankan pentingnya interaksi peserta dalam sesi diskusi agar permasalahan teknis bisa segera ditangani.

“Pada Sharing Session nanti, kami harap bapak-ibu jangan sungkan menyampaikan keluhan atau kendala terkait Dapodik. Justru dari situ kita bisa mencari solusi bersama,” pintanyanya.

“Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Jember berharap pengelolaan data pendidikan menjadi semakin akurat, transparan, dan dapat mendukung kebijakan peningkatan mutu pendidikan, khususnya di jenjang PAUD dan pendidikan nonformal,”pungkasnya.(Budi S)

Berita terkait

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber melalui sistem pilah, angkut, dan olah. Kebijakan ini diarahkan agar sampah tidak sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah sejak dari rumah untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
ссс