Bukan Hanya Lingkungan Bersih, Kampung KEREN Dorong Ekonomi dan Kebersamaan Warga
Palangka Raya-Spektroom : Membangun lingkungan yang bersih ternyata bisa membuka peluang ekonomi sekaligus mempererat kebersamaan warga. Hal inilah yang mulai tumbuh di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, melalui pengembangan bank sampah berbasis masyarakat dalam program Kampung Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman (KEREN).
Sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan, kini dikelola agar memiliki nilai tambah. Warga mengolah berbagai jenis sampah menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual, seperti kompos dan lilin. Bahkan, pengelola menyediakan layanan penjemputan sampah langsung ke rumah untuk memudahkan keterlibatan masyarakat.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu potensi unggulan Kereng Bangkirai dalam penilaian Kampung KEREN Tahun 2026. Namun, bagi pihak kelurahan, keikutsertaan dalam program ini bukan semata-mata mengejar kemenangan lomba, melainkan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan lingkungan secara bersama-sama.
Lurah Kereng Bangkirai, Fitriyaturrahman, mengatakan, proses pembentukan Kampung KEREN tidak terlepas dari pendampingan perguruan tinggi setempat, salah satunya Akademi Kebidanan (Akbid) Betang Asi. Pendampingan tersebut turut mendorong keterlibatan warga hingga terbentuk bank sampah yang dikelola langsung oleh masyarakat.
“Dalam perjalanannya, tentu ada dinamika di lapangan. Namun berkat pendampingan dan keterlibatan aktif masyarakat, akhirnya terbentuk bank sampah yang dikelola langsung oleh warga. Bahkan, warga berbondong-bondong mendaftar sebagai anggota,” jelas Fitriyaturrahman.
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga. Karena itu, berbagai kegiatan positif yang telah terbentuk akan terus dilanjutkan meskipun tahapan penilaian telah selesai.
Potensi tersebut mendapat perhatian Tim Penilai Kampung KEREN Pemerintah Kota Palangka Raya saat melakukan kunjungan lapangan, Senin (2/11/2026).
Ketua Tim Penilai Kampung KEREN, Stepanus, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada kebersihan dan penataan lingkungan, tetapi juga perkembangan ekonomi warga, keharmonisan sosial, serta semangat dan partisipasi aktif masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan Kampung KEREN tidak cukup terlihat saat penilaian berlangsung. Konsistensi warga dalam menjaga dan mengembangkan potensi yang ada menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.
Sebanyak 12 lokasi menjadi sasaran penilaian berdasarkan pembagian zonasi. Rangkaian kunjungan lapangan dijadwalkan berlangsung pada 2-4 November 2026. Setiap kawasan juga telah memiliki peta jalan pengembangan selama dua tahun.
Bagi Kereng Bangkirai, makna Kampung KEREN pada akhirnya bukan sekadar lingkungan yang terlihat bersih saat dinilai, tetapi tumbuhnya kebiasaan baik, peluang ekonomi, dan kebersamaan warga untuk menjaga kampungnya secara berkelanjutan. (Polin-Gusti/ndik)