Dari 11 Puskesmas hingga Bus Oksigen Keliling, Pemko Palangka Raya Dekatkan Layanan bagi Warga Terdampak Asap
Palangka Raya-Spektroom: Ketika kabut asap mengganggu pernapasan, warga tidak cukup hanya diimbau menjaga kesehatan. Mereka juga membutuhkan akses pertolongan yang mudah dijangkau.
Untuk itu, Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat pelayanan kesehatan melalui kesiapan 11 puskesmas dan pengoperasian dua unit bus oksigen keliling bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara, sekaligus mendekatkan bantuan kepada warga yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan kesiapan pelayanan kesehatan terus diperkuat, terutama untuk memastikan tenaga medis dan pasokan oksigen tersedia ketika masyarakat membutuhkan penanganan.
“Pelayanan kesehatan tetap kami siapkan untuk masyarakat selama kondisi kabut asap ini. Kami juga memastikan ketersediaan oksigen aman agar warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera terlayani,” ujar Riduan, dikutip MC Sabtu (17/10/2026).
Saat ini, sebanyak 11 puskesmas di Kota Palangka Raya disiagakan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla, dilengkapi fasilitas ruang oksigen. Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan jejaring fasilitas kesehatan lainnya serta menjangkau kawasan permukiman yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Upaya tersebut penting agar warga yang berisiko mengalami gangguan kesehatan tidak harus menunggu hingga keluhan semakin berat untuk mencari pertolongan.
Selain mengandalkan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia, Pemko Palangka Raya menyiapkan dua unit bus oksigen keliling. Armada ini diharapkan menjadi pilihan layanan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Suwandoyo, menjelaskan bus yang digunakan merupakan armada angkutan umum yang telah memiliki fasilitas pendukung sehingga tidak memerlukan modifikasi khusus.
Pengoperasiannya melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Adapun lokasi pelayanan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat, sehingga penempatan armada dapat diarahkan ke kawasan yang memerlukan perhatian.
“Dengan hadirnya dua unit mobil oksigen keliling milik Pemerintah Kota Palangka Raya ini, masyarakat diimbau dapat memanfaatkan layanan bus oksigen keliling gratis ini dengan maksimal,” katanya.
Riduan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan muncul, terlebih jika kondisi semakin berat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan jangan menunda pemeriksaan jika gangguan pernapasan terasa semakin berat,” katanya.
Penguatan layanan melalui puskesmas, jejaring fasilitas kesehatan, dan bus oksigen keliling menunjukkan bahwa penanganan dampak kabut asap membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: kesiapan pertolongan dan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan.(Polin-Nitra/ndik)