Trending

Pemkot Surabaya Benahi Seluruh Puskesmas pada 2027, Ruang Tunggu Bakal Ber-AC

Pemkot Surabaya Benahi Seluruh Puskesmas pada 2027, Ruang Tunggu Bakal Ber-AC
Untuk memberikan kenyamanan bagi warga, Puskesmas di Surabaya tahun 2027 akan dibenahi. (Foto : Diskominfo Pemkot SBY).

Surabaya-Spektroom : Menunggu giliran berobat saat kondisi tubuh sedang tidak sehat tentu bukan hal yang mudah. Untuk memberikan kenyamanan bagi warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pembenahan menyeluruh di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada 2027, mulai dari sistem antrean hingga fasilitas ruang tunggu yang lebih nyaman.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, perbaikan tersebut dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait antrean panjang dan kenyamanan saat mengakses layanan kesehatan primer.

Ke depan, sistem pendaftaran Puskesmas akan diselaraskan dengan rumah sakit melalui aplikasi e-Health. Sistem ini diharapkan membuat jadwal pelayanan lebih tertata sekaligus mencegah praktik menyerobot antrean.

“Puskesmas itu harus sama dengan rumah sakit, bahwa pendaftarannya melalui aplikasi e-Health. Jadi tidak langsung datang begitu saja,” ujar Eri, Senin (19/10/2026).

Bagi warga yang datang langsung tanpa mendaftar secara daring, Pemkot Surabaya akan menyediakan ruang tunggu khusus. Pelayanan bagi pasien tersebut dilakukan setelah antrean pendaftar e-Health terselesaikan.

Selain pembenahan sistem, Pemkot juga akan meningkatkan kualitas fasilitas fisik Puskesmas. Ruang tunggu pasien direncanakan dilengkapi pendingin udara (AC) dan ditata berdasarkan kategori usia, sehingga anak-anak tidak bercampur dengan pasien dewasa yang sedang sakit.

“Tempat tunggunya nanti ada AC-nya, jadi orang yang sakit makin sembuh, tidak makin sakit. Lalu, ada tempat yang terpisah-pisah. Kalau anak-anak ya tempat nunggunya tersendiri, tidak dicampur dengan orang tua atau dewasa yang sedang sakit,” jelasnya.

Eri menegaskan, pembenahan tersebut akan mencakup seluruh Puskesmas di Surabaya, bukan hanya beberapa lokasi. Pemkot kini berkoordinasi dengan seluruh kepala Puskesmas untuk menyiapkan kebutuhan teknis dan penataan anggaran 2027, dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Besaran anggaran perbaikan akan disesuaikan dengan luas serta kondisi masing-masing Puskesmas. Tim teknis dari dinas terkait tengah menghitung kebutuhan biaya secara terperinci.

Perbaikan ini juga diharapkan mengatasi persoalan pasien yang terlambat beberapa menit dari jadwal e-Health sehingga harus mengambil nomor antrean baru dari awal.

“Kami berharap dengan penyempurnaan yang dilakukan nantinya, warga Kota Surabaya bisa mendapatkan layanan kesehatan primer yang cepat, tertib, dan manusiawi,” pungkasnya.

Berita terkait

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Surabaya - Spektroom : Kedekatan dan komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Orang tua tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga hadir untuk mendengarkan cerita, memahami pergaulan, dan mendampingi anak menghadapi berbagai persoalan. Pesan ini disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyusul kasus dugaan perundungan terhadap

Bian Pamungkas
Dibalik Setetes Darah: Beky Mardani Bicara Kebutuhan, Teknologi, dan Keikhlasan Berbagi

Dibalik Setetes Darah: Beky Mardani Bicara Kebutuhan, Teknologi, dan Keikhlasan Berbagi

Jakarta - Spektroom : Setiap hari, ribuan pasien membutuhkan darah untuk bertahan hidup. Bagi mereka, satu kantong darah bukan sekadar cairan yang mengalir dalam selang medis, melainkan harapan untuk kembali pulih, berkumpul bersama keluarga, dan melanjutkan kehidupan. Dibalik harapan itu, ada pekerjaan panjang yang harus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI). Darah yang

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Astrid Widayani Dorong Anak Muda Gaungkan Toleransi Lewat Media Digital

Astrid Widayani Dorong Anak Muda Gaungkan Toleransi Lewat Media Digital

Surakarta – Spektroom: Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama melalui pemanfaatan media digital. Anak muda dinilai memiliki potensi besar untuk menyebarkan narasi keberagaman sekaligus memperkuat citra Kota Surakarta sebagai kota toleran. Hal tersebut disampaikan Astrid usai menghadiri Rapat Koordinasi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas