Dirjen Pendis Kemenag Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Berbasis Kearifan Lokal di Maluku Utara
Ternate–Spektroom : Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., mendorong para pengawas dan guru madrasah di Maluku Utara untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan memadukan nilai spiritual, kemanusiaan, serta kearifan lokal.
Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus peluncuran buku Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik yang berlangsung di Muara Hotel, Ternate.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Pendis mengapresiasi keberhasilan Kanwil Kemenag Maluku Utara karena sebanyak 51 madrasah penerima bantuan PHTC tahun 2025 mampu merampungkan programnya tepat waktu. Menurutnya, KBC dirancang sebagai jiwa atau fondasi (the soul of curriculum) bagi sistem pembelajaran modern yang mengembalikan orientasi pendidikan pada nilai-nilai spiritual.
"Program Nasional Kurikulum Berbasis Cinta harus dijalankan dengan mengikuti kearifan lokal. Substansi KBC adalah mengembalikan ruh pendidikan ke asal-usulnya, yaitu nilai-nilai spiritualnya," ujar Amien Suyitno.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan ketulusan dan kasih sayang pendidik kepada peserta didik. Madrasah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga ruang pembentukan akhlak dan penanaman nilai (transfer of value).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara menyerahkan buku Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik—hasil karya kolaboratif para guru madrasah setempat—kepada para pendidik sebagai panduan pembelajaran yang kontekstual.
Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyambut baik pembinaan tersebut dan berharap seluruh jajaran pengawas serta guru dapat menindaklanjutinya melalui praktik pembelajaran yang lebih humanis dan inovatif. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan langsung ke MTs Negeri 1 Ternate guna memantau kondisi serta penyelenggaraan pendidikan madrasah secara langsung.