Gebyar Mahasiswa UIN Saizu Libatkan Siswa SLB, Perkuat Semangat Kampus Inklusif
Purwokerto-Spektroom : Kesempatan untuk berkarya dan mengekspresikan diri menjadi pesan utama Gebyar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto 2026.
Melalui kolaborasi dengan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), kegiatan ini mendorong terciptanya lingkungan kampus yang terbuka dan menghargai keberagaman.
Siswa-siswi SLB dari wilayah Banyumas Raya tidak sekadar hadir sebagai undangan dalam pembukaan Gebyar Mahasiswa UIN Saizu 2026 di Auditorium UIN Saizu, Kamis (15/10/2026).
Mereka mendapat kesempatan menampilkan kemampuan dan karya seni di hadapan sivitas akademika.
Kegiatan bertema “Symphony of Oneness: Ragam Karya, Satu Jiwa, Menuju Kampus Inklusi Tanpa Batas” tersebut dibuka Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Saizu, Nugraha Stiawan.
Nugraha mengapresiasi partisipasi para siswa SLB yang menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkarya. Menurut dia, kesempatan memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan semestinya terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan latar belakang.
“Kami meyakini bahwa setiap anak bangsa memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berkarya serta menempuh pendidikan di kampus ini tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ujarnya.
Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Saizu, Fajar Aji Pratama, mengatakan pelibatan siswa SLB merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang inklusif dalam kehidupan kampus. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas interaksi antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penjejakan telapak tangan menggunakan cat oleh Nugraha, perwakilan DEMA, panitia, dan siswa SLB. Simbol tersebut merepresentasikan kebersamaan serta komitmen membangun lingkungan pendidikan yang menghargai perbedaan.
Gebyar Mahasiswa UIN Saizu 2026 berlangsung pada 15–24 Oktober dengan sejumlah agenda. Pameran Nirbatas digelar pada 16–18 Oktober sebagai ruang apresiasi karya dan kreativitas. Selanjutnya, Gema Shalawat dijadwalkan pada 23 Oktober, disusul konser musik pada malam puncak, 24 Oktober.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menampilkan karya, dan membangun interaksi positif di luar kegiatan akademik.
Melalui kegiatan ini, UIN Saizu berharap nilai kesetaraan dan inklusivitas tidak berhenti sebagai tema acara, tetapi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Keberagaman diharapkan menjadi kekuatan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi setiap orang untuk berpartisipasi dan berkarya.