Imigrasi Bakal Bangun Kantor di Pasaman Barat, Pemkab Siapkan Lahan
Pasaman Barat-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan Kantor Imigrasi di daerah itu. Pemkab Pasbar akan memetakan aset tanah milik daerah yang berpotensi dijadikan lokasi pembangunan, dengan mempertimbangkan akses, kelayakan, dan kedekatan dengan kawasan perkantoran pemerintah. Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Bupati Pasaman Barat Yulianto dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat Arvin Gumilang di ruang kerja bupati, Senin 10 Agustus 2026. Pertemuan tersebut turut didampingi Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Zulmanur Arif serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Agam Kizlar Assad. Bupati Yulianto menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan Kantor Imigrasi di Pasaman Barat akan memudahkan masyarakat memperoleh layanan keimigrasian tanpa harus menempuh perjalanan ke daerah lain. Terkait lokasi, Bupati mengatakan Pemkab sudah mempertimbangkan beberapa opsi lahan. "Rencana pembangunan Kantor Imigrasi, Pemkab sudah mempertimbangkan lahannya di Pasaman Barat, tepatnya ada di beberapa Lokasi seperti di belakang kantor bupati dan Kawasan perkantoran Padang Tujuh. Tentu perlu kita survei serta disesuaikan dengan tata ruang. Untuk beberapa opsi baru nanti kita ajukan izin dengan dinas terkait," ujar Bupati Yulianto, Selasa (11/8/2026). Ia menegaskan lokasi idealnya tetap berada di kawasan perkantoran pemerintahan di Simpang Empat agar mudah dijangkau masyarakat dan terintegrasi dengan layanan lainnya. "Sebagusnya memang di daerah perkantoran. Coba nanti dipastikan aset kita di wilayah Simpang Empat mana yang kita ambil dan karena beberapa aset sudah kita hibahkan untuk kemajuan pembangunan Pasaman Barat. Setelah ini kita tinjau sesuai tata ruang," tambahnya. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pasbar bersama jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi juga membahas sejumlah opsi lokasi, termasuk kemungkinan pemanfaatan aset pemerintah daerah. Pemetaan akan dilakukan untuk memastikan lokasi yang dipilih memenuhi persyaratan teknis sekaligus strategis dari sisi pelayanan. Sementara itu, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumbar Arvin Gumilang menilai pembangunan Kantor Imigrasi di Pasaman Barat memiliki nilai strategis karena selama ini masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan keimigrasian, termasuk menuju Bukittinggi maupun Kota Padang. "Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat kita butuhkan untuk membangun Kantor Imigrasi ini. Karena jarak tempuh antara Pasaman Barat dengan Bukittinggi maupun Kota Padang cukup jauh," kata Arvin. Ia berharap koordinasi antara jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus diperkuat, terutama dalam menyiapkan lahan dan menentukan lokasi yang sesuai. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pasaman Barat Yosmar Difia, sejumlah kepala bagian, serta unsur terkait lainnya.