Trending

Jawara-Jawarawati RRI Takjub ke Selecta, Keindahan Bunga Menghidupkan Kenangan

Jawara-Jawarawati RRI Takjub ke Selecta, Keindahan Bunga Menghidupkan Kenangan
Rombongan Jawara-Jawarawati berfoto bersama dibawah naungan "love" Selecta. ( Foto : Buang )

Batu - Spektroom : Rasa takjub dan kegembiraan mewarnai kunjungan rombongan Jawara-Jawarawati, para pensiunan kepala Radio Republik Indonesia (RRI), ke Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (11/10/2026).

Begitu memasuki kawasan wisata legendaris tersebut, rombongan yang berjumlah sekitar 40 orang langsung terpukau oleh hamparan taman bunga berwarna-warni, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama alam yang memanjakan mata. Suasana seketika menjadi meriah oleh canda, tawa, dan ajakan untuk berfoto bersama.

Melalui " Love " mereka menyatukan diri untuk bersilahturohmi di Selecta. ( Foto : Buang )

Bagi para pensiunan yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri di dunia penyiaran, kunjungan itu bukan sekadar menikmati destinasi wisata. Ada kebahagiaan sederhana yang terasa begitu dekat: berkumpul kembali, menikmati keindahan alam, dan mengabadikan kebersamaan dalam bingkai foto.

“Indah sekali, tolong dong ambil gambar ya,” ujar Sophia Endang Widowati, mantan Kepala RRI Denpasar, penuh semangat ketika melihat hamparan bunga yang tertata indah.

Nuansa Merah, memberi semangat hidup menjadi hidup. ( Foto : buang )

Senyum merekah di wajahnya. Ia pun bergegas mencari sudut terbaik agar keindahan taman dapat terekam dengan baik melalui kamera.

Semangat serupa terlihat pada Niken Widyastuti. Ia tampak antusias menyusuri kawasan taman, mencari lokasi dengan perpaduan warna bunga yang menarik untuk dijadikan latar foto.

Para peserta lainnya pun tak kalah bersemangat. Mereka bergantian mengabadikan panorama, berfoto bersama, hingga merekam momen kebersamaan untuk dibagikan melalui media sosial.

Di antara bunga-bunga yang bermekaran, suasana akrab tercipta. Sesekali terdengar gurauan, disusul tawa yang membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan. Usia dan kesibukan masa lalu seolah tak menjadi penghalang untuk kembali menikmati kegembiraan sederhana.

Selecta, keindahan yang menyimpan sejarah

Di balik pesona taman bunga dan kolam renangnya, Selecta bukan sekadar tempat rekreasi. Kawasan yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini menyimpan perjalanan sejarah panjang sejak era kolonial Hindia Belanda hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selecta dibangun atas prakarsa De Ruyter de Wildt, seorang keturunan Belanda yang dikenal sebagai petani bunga. Melihat potensi Kota Batu sebagai kawasan peristirahatan di pegunungan, ia mengembangkan kawasan tersebut menjadi tempat rekreasi yang pada awalnya diperuntukkan bagi kalangan Eropa.

Direktur Selecta, Pramono, menjelaskan pembangunan kawasan wisata ini dimulai pada 1928 dan resmi beroperasi pada 1930. Nama Selecta berasal dari bahasa Belanda yang bermakna “yang terpilih”.

“Pada masanya, Selecta digambarkan sebagai ‘Taman Eden kecil’ ala Eropa. Kolam renangnya bahkan disebut berstandar internasional dan menjadi yang terbaik di Pulau Jawa,” ujar Pramono.

Selecta menjadikan tak terlupakan. ( foto ;Buang )

Pada 1937, pemandian Selecta mulai dibuka bagi masyarakat pribumi. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Selecta dari kawasan rekreasi eksklusif menuju destinasi yang semakin dikenal masyarakat.

Jejak sejarah Selecta juga bersinggungan dengan perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Pada 1944, Ir. Soekarno pernah memilih kawasan ini sebagai tempat beristirahat dan merenung di tengah situasi politik yang penuh ketegangan. Bung Karno menginap di Villa Brandarice, yang kini dikenal sebagai Villa Bima Shakti, dengan izin perwira militer Jepang, Mr. Hashiguchi.

Namun, perjalanan Selecta tidak selalu mulus. Kawasan ini mengalami kerusakan pada masa konflik sekitar 1949 sehingga sejumlah bangunannya hancur dan kegiatan wisata sempat terhenti.

Kebangkitan Selecta dimulai pada 1950. Warga dan para pemuda Desa Tulungrejo, dipimpin Santoso Tarmoadmodjo, bergotong royong membangun kembali kawasan tersebut. Mereka juga membeli saham kepemilikan Selecta dari ahli waris De Ruyter de Wildt.

Dalam perkembangannya, Selecta menjadi perusahaan yang kepemilikannya melibatkan masyarakat setempat. Sekitar 1.100 pemegang saham tercatat ikut memiliki kawasan wisata tersebut, dengan sebagian besar berasal dari warga lokal.

Direktur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi, menyampaikan bahwa kemandirian menjadi salah satu nilai yang terus dijaga dalam perjalanan perusahaan. Ia merujuk pada pesan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang pernah berkunjung ke Selecta.

“Bung Hatta berpesan kalau Selecta bisa berdiri mandiri tanpa utang, dan kami bisa memenuhi amanat tersebut hingga sekarang,” ujar Sujud Hariadi.

Pulang membawa kenangan

Bagi rombongan Jawara-Jawarawati RRI, cerita sejarah itu menjadi sisi lain dari kunjungan mereka. Di satu sisi, Selecta menawarkan keindahan alam yang menyegarkan mata. Di sisi lain, kawasan ini menghadirkan pelajaran tentang sejarah, perjuangan, dan semangat gotong royong masyarakat.

Di tengah kesibukan mengabadikan bunga dan panorama, kebersamaan justru menjadi kenangan yang paling berharga. Foto-foto yang diambil bukan hanya merekam keindahan Selecta, tetapi juga menyimpan cerita tentang persahabatan yang tetap terjaga setelah masa pengabdian berakhir.

Niken Widyiastuti mantan Dirut LPP RRI ( No.2 dari kanan ) tetap semangat. ( foto : buang )

Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pensiun bukan berarti berhenti menikmati kehidupan. Ada ruang untuk terus bersilaturahmi, menjelajahi tempat baru, berbagi cerita, dan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.

Kini, manajemen Selecta juga tengah menyiapkan penguatan citra sebagai destinasi wisata berbasis sejarah. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati taman bunga dan fasilitas rekreasi, tetapi juga mengenal jejak sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

Di Selecta, keindahan bunga menjadi alasan untuk berhenti sejenak, tersenyum, dan berfoto. Namun, bagi Jawara-Jawarawati RRI, yang dibawa pulang bukan sekadar gambar, melainkan juga kehangatan pertemanan dan kenangan indah yang akan terus hidup dalam cerita mereka.

Berita terkait

Gubernur  Mirza Pimpin Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Bersubsidi & Wagub Jihan Pimpin Rapat Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Gubernur  Mirza Pimpin Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Bersubsidi & Wagub Jihan Pimpin Rapat Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Bandarlampung - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung  Marindo Kurniawan, Senin (12/10/2026) pukul  08.00 bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) Lampung diagendakan mengikuti  secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Penandatanganan Surat Edaran Bersama Menteri  Pertanian dan Menteri Dalam Negeri Tentang Pengelolaan

Anggoro AP