Trending

KAI Mengajar di Kalipagu, 48 Siswa Belajar Keselamatan Kereta Api Sejak Dini

KAI Mengajar di Kalipagu, 48 Siswa Belajar Keselamatan Kereta Api Sejak Dini
Para pelajar tak menyangka bisa bermain bersama dengan Masinis dan Kondektur yang selama ini hanya dilihat saat K.A melintas. (Foto : Humas KAI Daop 5)

Banyumas-Spektroom : Mengenal profesi di dunia perkeretaapian sekaligus memahami cara menjaga keselamatan menjadi pengalaman belajar bagi 48 siswa SD Negeri Kalipagu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Melalui program KAI Mengajar, para siswa diajak memahami pentingnya mematuhi aturan di perlintasan kereta api dan menjauhi jalur rel.

Kegiatan yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bersama komunitas Railway Runners Trail pada Jumat (9/10/2026) itu juga mengajak siswa mengenal berbagai profesi yang berperan dalam perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan edukasi sejak dini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

“Melalui KAI Mengajar, kami ingin mengenalkan dunia perkeretaapian kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ujarnya.

Siswa mengenal petugas K.A mulai masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), serta petugas layanan pelanggan (frontliner). Foto : Humas KAI.

Dalam kegiatan tersebut, siswa berkesempatan mengenal tugas masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), serta petugas layanan pelanggan atau frontliner.

Pengenalan ini diharapkan menambah wawasan siswa mengenai tanggung jawab setiap profesi dalam menjaga keselamatan perjalanan dan memberikan pelayanan kepada penumpang.

Materi keselamatan disampaikan secara interaktif, mulai dari pengetahuan dasar tentang kereta api hingga tata tertib ketika melintasi perlintasan sebidang.

Siswa juga diingatkan agar tidak bermain, berkumpul, atau melakukan aktivitas lain di sekitar jalur rel yang dapat membahayakan diri sendiri.

Selain itu, KAI mengedukasi siswa mengenai pencegahan vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian. Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari materi, termasuk pentingnya menjaga kelestarian alam dan hutan di sekitar tempat tinggal.

Kepala SD Negeri Kalipagu, Edy Santoso, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menambah pengetahuan siswa di luar pembelajaran di kelas.

Melalui KAI Mengajar, KAI Daop 5 Purwokerto berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendidikan keselamatan. Pemahaman yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk bersikap lebih tertib dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.

Berita terkait

Cegah Bullying dan Kekerasan Anak, LPAI Barlingmascakeb Perkuat Kolaborasi hingga Desa

Cegah Bullying dan Kekerasan Anak, LPAI Barlingmascakeb Perkuat Kolaborasi hingga Desa

Banyumas-Spektroom : Pencegahan perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, hingga pernikahan dini membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Penguatan perlindungan anak juga perlu menjangkau lingkungan terdekat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menekankan pentingnya langkah pencegahan tersebut saat membuka Rapat Kerja dan Outbound Lembaga Perlindungan

Bian Pamungkas
Atasi Kendala Pengeringan di Daerah Rawan Banjir, Tim UNUKASE Raih Hibah Mahasiswa Berdampak

Atasi Kendala Pengeringan di Daerah Rawan Banjir, Tim UNUKASE Raih Hibah Mahasiswa Berdampak

Banjar-Kalsel-Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan Tim Dosen dan Mahasiswa yang lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli Tahun 2026. Kepastian tersebut tertuang dalam surat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 1386/DST/C3/DT.

Junaidi