Kakanwil Kemenag Malut : Melalui Pawai Hari Santri Gaungkan Kerukunan Umat Beragama
Jailolo-Spektroom : Kerukunan tidak cukup hanya dijaga melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dirasakan masyarakat. Pesan inilah yang mengemuka dalam launching Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat, melalui pawai ta'aruf dan kirab santri yang melibatkan santri, siswa-siswi madrasah, dan ASN Kemenag Halmahera Barat, Selasa (20/10/2026).
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung meriah dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara beserta Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Islam, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam atau yang mewakili, dan para ketua tim kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Maluku Utara.
Kegiatan Launching ditandai dengan penekanan sirene dan pelepasan balon oleh Kakanwil Kemenag Maluku Utara H. Amar Manaf, dilanjutkan dengan Pawai ta'aruf dan kirab santri kemudian menjadi ruang kebersamaan bagi peserta untuk menyampaikan pesan persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Barat.
Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf menegaskan bahwa pelayanan Kementerian Agama ditujukan kepada seluruh umat beragama. Karena itu, Kemenag memiliki tanggung jawab untuk mendorong umat menjadi semakin berkualitas, berdaya, serta mampu menjalankan kehidupan beragama secara damai.
“Seluruh umat beragama adalah bagian dari tanggung jawab pelayanan Kementerian Agama. Tugas kita adalah bagaimana membangun umat beragama menjadi umat yang berkualitas, serta memastikan mereka memiliki kekuatan, kemampuan, dan kemauan untuk berkembang,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa pembangunan kehidupan beragama harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, setiap momentum keagamaan perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan kepedulian tanpa membedakan latar belakang keyakinan.
Bagi Kakanwil, keberagamaan yang berkualitas tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga dalam kemampuan untuk saling membantu, menghormati perbedaan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus menggaungkan kerukunan sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan Maluku Utara. Persatuan, menurutnya, harus terus dirawat agar masyarakat dapat hidup berdampingan dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa.
Semangat ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya penguatan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman, serta arah kebijakan Asta Protas Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan dan cinta kemanusiaan, dengan menghadirkan kehidupan beragama yang tidak hanya damai, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Halmahera Barat, H. Aksa Muhammad menyampaikan bahwa Kemenag Halmahera Barat dalam menyambut hari santri melakukan beberapa rangkaian kegiatan mulai dengan safari Jumat, penyaluran bantuan di 17 titik masjid di sekitar Halmahera Barat, pawai ta'aruf dan kirab santri, Pasar Murah dan puncak kegiatan Upacara Hari Santri yang akan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara.
Melalui launching Hari Santri Nasional 2026, Kemenag Halmahera Barat diharapkan terus memperkuat peran santri sebagai generasi berilmu dan berakhlak yang mampu menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Dari Halmahera Barat, pesan kerukunan kembali ditegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling peduli. Justru melalui kepedulian dan kerja bersama, persatuan dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk membangun Maluku Utara yang damai.