Sumsel Menjadi Provinsi Tertinggi di Sumbagsel Konsumsi Ikan Nasional
Bandarlampung - Spektroom: Dalam rangka mendukung terwujudnya visi Indonesia emas 2045, Presiden menetapkan 8 misi atau Asta Cita yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan, dan yang paling utama itu dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Bangsa yang memiliki potensi sumber daya yang melimpah ini dapat dikelola dengan baik, kalau sumber daya manusianya berkualitas.
Hal itu disampaikan Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto pada Virtual Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Hasil Perikanan bagi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Wilayah Dua Sumbagsel, Rabu (21/10/2026).
Menurut Darto, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia, bertujuan antara lain untuk meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan status gizi masyarakat, dan yang utama mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung sepenuhnya program tersebut. Dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh Pak Presiden, KKP menetapkan 6 Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN" tandas dia.
Ke-6 PKPK tersebut, terus Darto, yang pertama pembangunan kampung nelayan merah putih atau KNMP dengan target sekitar 5.000 lokasi, revitalisasi tambak pantai utara di Jawa dengan target 14.000 hektare serta pengembangan budaya ikan darat tematik untuk mendukung program makan bergerizi gratis di 40.000 lokasi.
Selanjutnya, modernisasi kapal perikanan dengan target lebih dari 4.500 unit, dan yang kelima pengembangan kawasan sentra industri garam nasional dengan target mencapai 2.000 hektare serta
Berdasarkan catatan KKP, Darto menyebutkan di tahun 2025 rata-rata konsumsi ikan masyarakat Indonesia lebih dari 26,08 kg per kapita. Dengan total serapan nasional mencapai 7,3 juta ton. Provinsi Jawa Barat tertinggi, lebih dari 1 juta ton. Kemudian Provinsi Jawa Timur sekitar 900 ribu ton, Provinsi Jawa Tengah 579 ribu ton.
"Untuk Wilayah Sumbagsel tertinggi Sumatera Selatan dengan 289.114 ton, Lampung 216.093 ton, Jambi 106.072, Babel 62.296 serta Bengkulu 52.015 ton." ujarnya Merinci.
Sedangkan Provinsi dengan serapan terendah Provinsi Papua Tengah, Papua Barat, dan Provinsi Papua Pegunungan Sekitar 11,9 ribuan ton.
"Terkait hal itu, dengan mempertimbangkan preferensi konsumsi ikan masyarakat saya berharap pembersihkan laut dan budaya itu dapat digunakan sebagai sumber protein dalam pelaksanaan program makan berisi gratis" ujarnya lagi.(@Ng).