Pasar Dufa-Dufa Ternate Raih Juara I Lomba PPABK Regional Timur, Bukti Nyata Budaya Pangan Aman di Mulut
Jakarta–Spektroom : Komitmen membangun budaya keamanan pangan di pasar tradisional kembali mengantarkan Maluku Utara meraih prestasi di tingkat regional. Pasar Dufa-Dufa, Kota Ternate, berhasil meraih Juara I Regional Timur dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026,
Pasar yang diintervensi oleh Balai POM Maluku Utara di Sofifi tahun 2025 ini menerima penghargaan pada Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., kepada perwakilan Balai POM Maluku Utara di Sofifi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober.
Capaian tersebut merupakan hasil komitmen dan kolaborasi antara Balai POM Maluku Utara di Sofifi, Pemerintah Kota Ternate, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengelola pasar, serta petugas dan fasilitator pasar yang telah mendapatkan pelatihan keamanan pangan.
Sinergi ini menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan penerapan prinsip keamanan pangan di lingkungan Pasar Dufa-Dufa, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga bagi masyarakat yang beraktivitas dan berbelanja di pasar tersebut.
Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas pada setiap tahapan penyediaan dan konsumsi pangan.
Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pangan tidak aman menyebabkan sekitar 866 juta kasus penyakit dan 1,5 juta kematian setiap tahun di dunia. Anak-anak berusia di bawah lima tahun juga menghadapi risiko lebih tinggi terhadap dampak pangan tidak aman dibandingkan kelompok usia lainnya.
Dampak pangan tidak aman tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pembangunan sosial ekonomi, meningkatkan beban sistem pelayanan kesehatan, serta merugikan sektor perdagangan dan pariwisata.
“Prinsip Food Safety First harus menjadi prioritas. Bukan pangan jika tidak aman. Mari kita jadikan tema Hari Peringatan Pangan Sedunia ini bukan hanya slogan, melainkan sebuah gerakan nyata,” ujar Kepala Badan POM RI.
Prestasi Pasar Dufa-Dufa turut memperkuat rekam jejak Provinsi Maluku Utara dalam pelaksanaan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Sebelumnya, Maluku Utara telah mengantarkan Pasar Gosalaha di Tidore, Pasar Bastiong di Ternate, dan Pasar Barito Bahari Berkesan di Ternate sebagai perwakilan pasar berprestasi. Pada tahun 2026, capaian tersebut kembali diraih melalui Pasar Dufa-Dufa, Kota Ternate.
Dalam Pertemuan Germas Sapa 2026, BPOM juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, desa, pasar, sekolah, kader keamanan pangan, serta unit pelaksana teknis (UPT) BPOM atas kontribusi dalam pelaksanaan program keamanan pangan. Penghargaan tersebut mencakup Program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan pelaku usaha pangan.
Penghargaan yang diraih Pasar Dufa-Dufa diharapkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan praktik baik keamanan pangan sekaligus mendorong pasar-pasar lain yang telah diintervensi agar semakin mandiri dalam menerapkan prinsip keamanan pangan. Melalui sinergi berkelanjutan antara BPOM, pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat, budaya pangan aman diharapkan semakin meluas dan diterapkan secara konsisten di berbagai wilayah Indonesia.