Trending

Kasatgaswil Kepri Densus 88 Temui Walikota Tanjungpinang, Perkuat Koordinasi

Kasatgaswil Kepri Densus 88 Temui Walikota Tanjungpinang, Perkuat Koordinasi
Kasatgaswil Densus 88 Kepri berkunjung ke Walikota Tanjungpinang. (Foto: Prokompim)

Tanjungpinang–Spektroom : AKBP Maslikan baru dilantik dan menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Kepulauan Riau (Kepri) Densus 88 Antiteror Polri, Selasa (27/10/2026) melakukan kunjungan silaturahmi kepada Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.

Dalam kesempatan itu, Kasatgaswil Kepri Densus 88 Antiteror Polri AKBP Maslikan menyampaikan kunjungannya untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan penugasannya sebagai Kasatgaswil Kepri serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Kami berharap koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat terus diperkuat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ujarnya.

Dijelaskannya perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan terorisme. Ruang digital kini dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda dan melakukan perekrutan, termasuk dengan menyasar anak-anak melalui internet, media sosial, dan permainan daring (game online).

Menurutnya, pola penyebaran dan perekrutan tersebut telah berkembang. Jika sebelumnya cenderung memanfaatkan hubungan kekeluargaan atau pertemuan tertutup, kini jaringan terorisme juga memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Karena itu, kewaspadaan dan deteksi dini perlu diperkuat agar paparan paham ekstrem dapat dikenali dan dicegah sejak awal, terutama untuk melindungi anak-anak dari pengaruh konten kekerasan dan propaganda ekstrem di ruang digital,” ungkapnya

Senada dengan yang disampaikan, Walikota Lis bahwa perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan pengawasan dan edukasi yang memadai, mengingat pengaruh paham ekstrem kini dapat menjangkau anak-anak melalui berbagai platform yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

“Pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang berpotensi mengarah pada terorisme merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, anak-anak rentan terpapar informasi dan konten yang memengaruhi pola pikir serta perilaku mereka,” ucapnya.

Karena itu, orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah perlu memperkuat pengawasan, edukasi, serta pendampingan berkelanjutan. Anak-anak juga harus dibekali kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem.

“Deteksi dini, pendekatan persuasif, dan pembinaan yang tepat sangat penting untuk melindungi anak-anak dari ekstremisme berbasis kekerasan. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari paham ekstrem,” sebutnya.

Lis mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang siap bersinergi untuk berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Densus 88 Antiteror Polri apabila terdapat kendala maupun indikasi yang berkaitan dengan penyebaran paham ekstremisme di wilayah Tanjungpinang. Ia berharap komunikasi dan sinergi yang baik terus terjalin agar setiap potensi ancaman dapat diantisipasi dan ditangani secara dini sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Sinergi antarlembaga perlu diperkuat agar potensi ancaman dapat diidentifikasi dan dicegah sejak dini sesuai kewenangan masing-masing, khususnya dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan melindungi generasi muda dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme," pungkasnya.

Berita terkait

Cegah Narkoba dan KDRT, IKADIN Jember Bekali 31 Kader Kadarkum

Cegah Narkoba dan KDRT, IKADIN Jember Bekali 31 Kader Kadarkum

Jember - Sebanyak 31 anggota Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, dibekali pengetahuan hukum tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Selasa (27/10/2026). Penyuluhan oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Jember di Pendopo Kelurahan Kebonsari ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum sekaligus mendorong

Budi Sucahyono, Buang Supeno