Kolaborasi Antara Pemerintah & Dunia Usaha Diperlukan, Untuk Pastikan Investasi Berikan Nilai Tambah
Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan pentingnya Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, sebagai momentum memperluas kemitraan strategis.
Pada pembukaan Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/11/2026), Wagub Jihan juga menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah serta memastikan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara pada sesi diskusi panel, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa perekonomian Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,6 persen. Proyeksi tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, dan investasi.
"Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah," ujar Bimo.
Peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan juga mendapat perhatian dari pemilik Sungai Budi Sroup, Widarto.
Diforum yang sama Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis agar peluang investasi dapat diwujudkan menjadi realisasi penanaman modal.
Untuk mendukung langkah tersebut, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem investasi. Sepanjang 2026, BI telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi, mulai dari peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring investor.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memastikan proyek-proyek investasi memiliki kesiapan yang memadai dan dapat ditawarkan kepada calon investor.
Dengan demikian, pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama yang berlangsung dalam LEIF 2026 diharaekan tidak berhenti pada kesepakatan awal, tetapi berlanjut pada realisasi investasi.
Melalui penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan dunia usaha, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan investasi berkualitas yang mampu memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan memperluas kesempatan kerja.
Pada akhirnya, kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya aktivitas usaha lokal, dan meningkatnya kesejahteraan secara lebih merata.(@Ng).