Trending

Komisi IX DPR RI Minta Ada Masa Transisi 3 Bulan Terkait Penonaktifan JKN PBI

Komisi IX DPR RI Minta Ada Masa Transisi 3 Bulan Terkait Penonaktifan JKN PBI
Anggota DPR RI Edy Wuryanto saat sosialisasi JKN bersama tenaga kesehatan dan masyarakat di gedung KUD di Kecamatan Kragan, Rembang, Selasa (17/2/2026).(Foto/Sigit)

Spektroom: Anggota DPR RI Edy Wuryanto mengusulkan adanya masa transisi bagi masyarakat terkait penonaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Usulan tersebut disampaikannya saat sosialisasi JKN bersama tenaga kesehatan dan masyarakat di salah satu gedung Koperasi Unit Desa (KUD) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Selasa (17/2/2026).

Edy menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan perubahan pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam skema baru tersebut, masyarakat dipetakan dalam desil 1 sampai 10, dengan desil 1–5 berhak memperoleh PBI.

Namun, dari hasil evaluasi ditemukan sekitar 11 juta orang yang dinilai tidak layak tetapi masuk dalam data PBI, yang akhirnya dinonaktifkan .

Secara nasional, jumlah peserta yang terdampak penonaktifan mencapai sekitar 11 juta orang.

“Kami di Komisi IX berharap yang 11 juta dinonaktifkan itu diberi waktu transisi sekitar tiga bulan agar tidak menimbulkan kegaduhan. Masyarakat perlu waktu untuk bersiap jika harus bergeser menjadi peserta mandiri,” ujar Edy.

Ia menekankan, selama masa transisi, peserta dengan penyakit kronis dan berisiko mengancam keselamatan jiwa, seperti gagal ginjal dan pasien kemoterapi, harus tetap mendapatkan pelayanan.

“Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ada sekitar 106 ribu pasien penyakit kronis yang harus tetap dilayani,” katanya.

Edy juga mendorong adanya Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Keuangan , agar 11 juta orang yang dinonaktifkan ini tetap terlayani dalam waktu 3 bulan. mengatur masa transisi tersebut.

"Anggarannya hanya sekitar Rp1,2 triliun, dan Menteri keuangan sudah menyatakan , uangnya ada, sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik, sampai 3 bulan ke depan, " imbuhnya.

Selain itu, ia meminta penyusunan data yang lebih presisi hingga tingkat desa agar tidak lagi ditemukan warga mampu masuk PBI, sementara warga miskin justru belum terakomodasi.

Ia juga berharap status Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Rembang tetap dipertahankan dan tidak terdampak kebijakan penonaktifan tersebut.

"Seperti Rembang ini, Menteri sosial harus memikirkan. Tidak banyak kepala daerah yang berkomitmen, untuk mencapai UHC ini harus bekerja keras."

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bappeda untuk mempermudah proses reaktivasi peserta di daerah.

“Rembang sudah UHC prioritas. Sehingga masyarakat bisa memilih , reaktivasi peserta PBI JKnnya atau ikut PBI Pemda,” ujarnya.

Di Kabupaten Rembang, tercatat sekitar 53 ribu peserta sempat dinonaktifkan. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 ribu telah diaktifkan kembali melalui pembiayaan Pemerintah Daerah.

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk aktif mengecek status kepesertaan JKN melalui aplikasi Mobile JKN, layanan Pandawa, maupun call center 165 sebelum mengakses layanan kesehatan, guna menghindari kendala saat berada di fasilitas kesehatan. (Mt)

Berita terkait

Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Pontianak - Spektroom : Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menekankan profesionalisme, disiplin, dan kecepatan pengungkapan tindak pidana sebagai kunci menjaga keamanan masyarakat. Ia meminta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) meningkatkan kinerja agar setiap kasus kejahatan dapat ditangani secara responsif dan memberikan kepastian hukum. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda

Apolonius Welly, Buang Supeno
67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

Jember - Spektroom: Sebanyak 67 mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) diterjunkan ke lima desa di Kecamatan Sukorambi selama 35 hari untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Intervensi Gizi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat edukasi gizi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan keluarga. Serah terima peserta PKL berlangsung

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Ambon - Spektroom : Pemerintah Kota Ambon memperkuat pencegahan korupsi dan penyimpangan anggaran melalui peluncuran SI-BAILEO (Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online). Sistem pengawasan digital ini memungkinkan potensi penyimpangan terdeteksi lebih dini, mempercepat evaluasi program organisasi perangkat daerah (OPD), serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kepala Inspektorat

Eva Moenandar, Buang Supeno
Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Penguatan Mitigasi Bencana, Antisipasi Banjir dan Longsor di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Penguatan Mitigasi Bencana, Antisipasi Banjir dan Longsor di Jateng

Semarang - Spektroom : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat mitigasi bencana sejak dini menyusul datangnya musim hujan. Penguatan infrastruktur dan koordinasi lintas pemerintah menjadi langkah penting untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah. Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno