67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember
Jember - Spektroom: Sebanyak 67 mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) diterjunkan ke lima desa di Kecamatan Sukorambi selama 35 hari untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Intervensi Gizi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat edukasi gizi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan keluarga.
Serah terima peserta PKL berlangsung di Pendopo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026). Para mahasiswa akan menetap di desa penempatan masing-masing agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengidentifikasi persoalan gizi di lingkungan setempat.
Lima desa yang menjadi lokasi praktik meliputi Desa Sukorambi, Karangpring, Klungkung, Dukuhmencek, dan Jubung.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sukorambi Mahmud Rizal, S.E., M.Si., Kasi PMKS Kecamatan Sukorambi Yuni Soehono, S.Sos., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dessya Putri Ayu, S.KM., M.Kes., bersama seluruh peserta PKL.
Camat Sukorambi Mahmud Rizal menyambut baik kehadiran mahasiswa Polije. Ia berharap para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi.
"Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan, menjaga etika, dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi," pesannya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Dessya Putri Ayu menjelaskan, PKL menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan keterampilan yang telah dipelajari di bangku kuliah.
Selama 35 hari, mahasiswa diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara sungguh-sungguh, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
"Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan pembelajaran nyata sekaligus manfaat bagi masyarakat di lokasi praktik," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di lapangan, tetapi juga diharapkan mampu membantu masyarakat memahami persoalan gizi serta mendorong penerapan pola hidup sehat.
PKL Manajemen Intervensi Gizi tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan perhatian Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember. (budi)