Trending

Konsistensi Pembalap Lumajang Menembus Podium Asia dan Lintasan Internasional

Konsistensi Pembalap Lumajang Menembus Podium Asia dan Lintasan Internasional
Candra Hermawan, Pembalap asal Lumajang. (Foto : Dok. Asmadi).

Lumajang-Spektroom : Pembalap asal Lumajang, Candra Hermawan, menganggap setiap raungan mesin motor adalah bahasa perjuangan, tentang kerja keras, disiplin, dan mimpi seorang anak daerah yang ingin membuktikan diri di panggung yang lebih besar. Pemuda 22 tahun itu kini menjadi salah satu pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di level Asia.

Dalam beberapa musim terakhir, namanya mulai diperhitungkan setelah tampil konsisten di berbagai seri balapan internasional. Perjalanan tersebut tidak terjadi secara instan. Sebelum mengenal atmosfer balap di luar negeri, Candra lebih dulu mengasah kemampuan melalui ajang road race lokal dan regional.

Lintasan-lintasan sederhana di berbagai daerah menjadi tempatnya belajar memahami karakter motor, membaca ritme balapan, serta membangun mental kompetitif. Dari balapan kecil itulah fondasi kariernya terbentuk.

Bagi Candra, setiap kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, setiap lap menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kemampuan teknis dan ketahanan mental.

Proses panjang itu akhirnya membuka jalan lebih besar ketika ia dipercaya bergabung dengan Yamaha Racing Indonesia. Bergabung dengan tim tersebut menjadi titik penting dalam kariernya karena membuka akses menuju kompetisi internasional.

Sejak 2024, Candra mulai menjajal berbagai sirkuit di Asia. Malaysia, Jepang, dan Thailand menjadi arena baru yang menuntut adaptasi cepat, baik dari sisi teknik balap maupun strategi menghadapi lawan dari berbagai negara.

Persaingan di level Asia jauh lebih ketat. Pembalap harus mampu menjaga konsistensi, memahami karakter lintasan, serta menyesuaikan strategi dengan kondisi cuaca dan performa motor. Namun tantangan itu justru menjadi ruang pembuktian bagi Candra.

Musim balap 2025 menjadi momentum penting dalam kariernya. Untuk pertama kalinya, ia mengikuti seluruh rangkaian seri balapan Asia atau full series.

Keikutsertaan penuh tersebut menunjukkan bahwa ia tidak lagi sekadar mencoba peruntungan di kompetisi internasional, tetapi benar-benar siap bersaing secara konsisten sepanjang musim.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Di Malaysia, Candra berhasil tampil impresif dan meraih podium pertama. Di Jepang, ia kembali menunjukkan daya saingnya dengan finis di posisi ketiga. Sementara di Thailand, ia menjaga konsistensi dengan meraih podium kedua. Tiga podium di tiga negara berbeda menjadi indikator penting bahwa pembalap asal Lumajang mampu bersaing dengan rider-rider terbaik di Asia.

“Alhamdulillah saya mengikuti ajang road race di Asia sejak 2024. Di 2025 saya ikut full series, full round, dan bisa meraih tiga podium,” ujar Candra, Selasa (10/3/2026).

Prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menggambarkan potensi besar pembalap muda dari daerah untuk tampil di level internasional.

Di balik keberhasilannya, Candra mengakui bahwa perjalanan menuju kompetisi Asia bukan hal mudah. Dunia balap merupakan olahraga yang membutuhkan dukungan besar, baik dari segi pembinaan, fasilitas, maupun pembiayaan. Selama ini, ia mengungkapkan bahwa dukungan utama datang dari keluarga yang terus memberi semangat agar dirinya tetap fokus pada karier balap.

“Support terbesar dari orang tua. Mereka selalu mendukung saya untuk terus balap,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting yang membuatnya mampu bertahan dalam persaingan yang tidak ringan. Di tengah berbagai tantangan, kepercayaan dari keluarga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Kisah Candra sekaligus memperlihatkan bahwa talenta olahraga dari daerah memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung oleh ekosistem pembinaan yang kuat. Karena itu, ia berharap ke depan Lumajang dapat memiliki fasilitas sirkuit balap yang dapat menjadi pusat pembinaan bagi generasi muda yang tertarik pada dunia motorsport. Menurutnya, keberadaan sirkuit akan membuka ruang latihan yang lebih terarah sekaligus melahirkan lebih banyak pembalap potensial dari daerah.

“Harapan saya, pembalap Lumajang bisa semakin banyak yang berprestasi. Semoga ke depan ada sirkuit agar generasi berikutnya punya tempat untuk berkembang,” ujarnya.

Kisah itu menjadi pengingat bahwa dari daerah pun lahir energi besar bagi kemajuan olahraga nasional, selama mimpi diberi ruang untuk tumbuh dan keberanian terus dijaga. (Yul/Ard/An-m)

Berita terkait

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Banyumas-Spektroom : Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyumas mengungkap dugaan aktivitas produksi dan penjualan minuman keras (miras) ilegal di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dari penggeledahan sebuah rumah milik SB (34), polisi mengamankan sebanyak 1.138,8 liter miras berbagai jenis. Pengungkapan tersebut dilakukan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)

Bian Pamungkas
Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Sofifi-Spektroom : Jarak geografis boleh memisahkan, tetapi komitmen menjaga keselamatan masyarakat menyatukan. Semangat inilah yang mengemuka dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Regionalisasi Laboratorium Regional Manado yang berlangsung selama dua hari di Aula Kie Raha, Balai POM Maluku Utara di Sofifi. Kegiatan ini mempertemukan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru