Mahasiswi FTP UNEJ Dinobatkan Sebagai Peneliti Terbaik IRN 2025–2026
"Kriteria utama penilaian Reviewer, yaitu proses pelaksanaan riset, mutu dan kualitas penelitian, keunikan ide inovasi, teknik presentasi serta penguasaan materi, attitude atau sikap peneliti.”
Jember-Spektroom : Mahasiswi semester akhir yang baru saja menyelesaikan skripsi dan sedang menunggu prosesi wisudanya, Elen Bethania Pasaribu, dinobatkan sebagai Peneliti Terbaik dalam ajang bergengsi Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2025–2026. Mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (UNEJ) ini, berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional berkat inovasi penelitian pangan nabati berbasis kekayaan alam lokal Kabupaten Jember.
Penganugerahan penghargaan tersebut diterima Elen secara langsung dalam acara resmi yang berlangsung di Indofood Tower, Jakarta Selatan, pada Kamis (08/10/2026). Prosesi penyerahan apresiasi disaksikan dan diberikan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., bersama Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Bogasari Division), Franciscus Welirang.

Pada program IRN periode ini, sebanyak 83 peneliti mahasiswa S1 terpilih dari total 595 proposal penelitian yang diterima dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Para peneliti terpilih, termasuk Elen, menjalankan penelitian mereka dengan dukungan dana riset serta pendampingan intensif dari Tim Pakar IRN selama satu tahun sejak 2025 dalam periode IRN 2025–2026. Di antara para peneliti muda terbaik tersebut, Elen berhasil menonjol hingga meraih predikat Peneliti Terbaik bersama 3 mahasiswa lain dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Dalam riset yg didanai sebesar Rp18 juta tersebut, Elen memfokuskan pengembangan produk alternatif keju berbahan dasar pangan nabati lokal. Untuk mendapatkan formula dan kelezatan yang ideal, ia harus menjalani proses trial dan kegagalan berulang kali hingga berhasil melakukan 15 jenis pengujian laboratorium secara komprehensif, mencakup aspek fungsional, sensori, kimia, hingga fisik.
“Penetapan sebagai peneliti terbaik tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pengujian, melainkan berdasarkan lima kriteria utama penilaian Reviewer, yaitu proses pelaksanaan riset, mutu dan kualitas penelitian, keunikan ide inovasi, teknik presentasi serta penguasaan materi, hingga attitude atau sikap peneliti,” terang Elen, dikutip dari humas unej, Selasa (13/10/2026).

Perjalanan meraih predikat terbaik ini dilalui Elen dengan daya juang dan disiplin tinggi di laboratorium FTP UNEJ. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan adaptasi pascamagang, ia rutin datang paling awal sebelum teknisi laboratorium tiba dan pulang menjelang jam tutup lab. Bahkan, akhir pekan tetap ia manfaatkan untuk mengolah data serta mempersiapkan tahapan pengujian pekan berikutnya, termasuk melakukan pengujian lintas fakultas saat membutuhkan peralatan khusus.
Atas pencapaian ini, Elen berhak mendapatkan tambahan dana riset khusus, perangkat tablet, kesempatan berharga melakukan studi lapangan berkeliling fasilitas pabrik produksi Indofood, serta bimbingan intensif dari para pakar pangan nasional.
Melalui riset ini, Elen berharap inovasi keju nabati yang dihasilkannya dapat menjadi alternatif pangan fungsional yang bernutrisi tinggi sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal Jember secara berkelanjutan.
“Bagi rekan-rekan mahasiswa di UNEJ yang ingin mencoba ajang IRN, kunci utamanya adalah jangan ragu mengeksplorasi potensi lokal di sekitar kita, miliki manajemen waktu dan daya juang yang kuat saat menghadapi tantangan di laboratorium, serta selalu menjaga attitude dan terbuka terhadap masukan dari para pakar,” pesan Elen. (Sumber: humas unej)