Trending

Menteri Pertanian RI Dorong Pengembangan Kedelai 5000 Ha di Grobogan dan UGM.

Menteri Pertanian RI Dorong Pengembangan Kedelai 5000 Ha di Grobogan dan UGM.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di lahan pertanian kedelai di Grobogan.Kamis(15/10/2026). Foto : Fatmawati

Yogyakarta-Spektroom : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong pengembangan kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pengembangan ini ditargetkan mencapai 5.000 hektare apabila didukung kesiapan pelaksanaan, dengan harapan produktivitas kedelai dapat mencapai lebih dari 3 ton per hektare.

Kunjungan Mentan Amran ke Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM di Yogyakarta, merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan Rektor UGM di Jakarta pada Juni 2026.

“Alhamdulillah hari ini sudah membuahkan hasil, di mana produksi kedelai bisa minimal 2,6 sampai 3,2 ton. Tapi kami minta bila perlu di atas 3 ton,” ujar Mentan Amran di PIAT UGM,Kamis (15/10/2026).

Mentan Amran mengatakan, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas pengembangan kedelai. Kementan dan UGM menyepakati rencana pengembangan pada lahan seluas 2.000 hektare pada 2027.

Jika produktivitas dan kesiapan pelaksanaan memungkinkan, pemerintah membuka peluang perluasan hingga 5.000 hektare, dengan 3.000 hektare tambahan melibatkan masyarakat dan kelompok petani di bawah pengawasan UGM.

“Tahun depan kami sudah tanda tangan kesepakatan dengan UGM, 2.000 hektare. Tapi kalau mampu 5.000, kami siapkan anggarannya,” kata Mentan Amran.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kedelai, Kementan telah menyerahkan dukungan anggaran sebesar Rp7,7 miliar untuk tahun 2026.

Mentan Amran menyampaikan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah mengawal pengembangan kedelai bersama perguruan tinggi, sekaligus mendorong hasil riset dan inovasi agar dapat diterapkan dalam skala budi daya yang lebih luas.

“Kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya. Ini sesuai komitmen pembicaraan kita saat pertemuan di Jakarta. Kami akan lanjutkan terus dan insyaallah akan kami kawal, karena ini perintah Presiden,” ujar Mentan Amran.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, menjelaskan bahwa potensi hasil varietas kedelai yang dikembangkan dapat mencapai 3,6 ton per hektare. Tim UGM menargetkan produktivitas di atas 3 ton per hektare, dengan hasil aktual akan ditentukan oleh perkembangan tanaman hingga panen serta kesesuaian teknik budi daya dengan kondisi Bun lahan.

Dalam peninjauan tersebut, tanaman kedelai yang diamati belum memasuki masa panen. Tanaman ditanam pada 30 Agustus 2026 dan berusia sekitar 44 hari saat kunjungan berlangsung. Karena itu, potensi produktivitas masih akan diuji hingga panen.

Pengaturan jarak tanam menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan tersebut. Subejo menjelaskan penggunaan jarak tanam 20 x 40 sentimeter pada lahan yang diamati, dengan penyesuaian teknik budi daya berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian produktivitas yang optimal.

Berita terkait

Terminal Peti Kemas Banjarmasin Utamakan Keselamatan

Terminal Peti Kemas Banjarmasin Utamakan Keselamatan

Banjarmasin-Spektroom : Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Banjarmasin, Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin tetap menjalankan operasional secara normal dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Sejumlah langkah mitigasi dilakukan, antara lain melalui pembagian masker kepada pegawai, pemantauan kualitas udara, serta pengawasan

Junaidi, Afrizal Aziz
Jakarta Perkuat Kolaborasi Kampus dan Swasta Hadapi Tantangan Kota Global

Jakarta Perkuat Kolaborasi Kampus dan Swasta Hadapi Tantangan Kota Global

Jakarta - Spektroom : Penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi salah1 strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan perkotaan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz