Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih
Yogyakarta-Spektroom : Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 menetapkan Haidar Muhammad Tilmitsani sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI DIY periode 2026–2031.
Haidar terpilih dalam Muswil yang digelar di lingkungan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ahad (20/9/2026). Forum tersebut mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Mengokohkan Peran, Mewujudkan Pemuda Masjid yang Berdaya dan Berdakwah.”
Selain memilih ketua umum, Muswil juga menetapkan Tim Formatur yang bersama Haidar akan menyusun kepengurusan DPW BKPRMI DIY untuk periode lima tahun mendatang.
Pemilihan Masjid Jogokariyan sebagai lokasi Muswil sekaligus membawa pesan mengenai arah gerakan organisasi ke depan. Masjid tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu rujukan dalam pengelolaan dan pemberdayaan masjid.
Ketua Umum DPW BKPRMI DIY periode 2020–2025, H. Asmoyo, S.Pd.T., mengatakan Muswil tidak semestinya dimaknai sekadar sebagai agenda pergantian kepemimpinan.
“Muswil ini bukan sekadar memilih siapa yang akan menjadi ketua berikutnya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memastikan estafet gerakan BKPRMI terus berjalan, ukhuwah semakin kuat, dan organisasi semakin mampu menjawab kebutuhan pemuda dan remaja masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.
Asmoyo berharap kepemimpinan baru mampu menyatukan seluruh potensi BKPRMI di DIY dan melanjutkan program yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
“Kami berharap Mas Haidar bersama kepengurusan yang nanti dibentuk dapat merangkul seluruh potensi BKPRMI. Tidak boleh ada yang merasa tidak terfasilitasi dalam memakmurkan masjid setelah Muswil. Musyawarah selesai, setelah itu semuanya bersama-sama memakmurkan masjid dan memberdayakan generasi muda,” ujarnya.
Ketua Organizing Committee (OC) Muswil BKPRMI DIY 2026, Aditya Ramadhona, S.T., mengatakan penyelenggaraan Muswil di lingkungan Masjid Jogokariyan ingin menegaskan kembali posisi masjid sebagai pusat gerakan kepemudaan.
“BKPRMI harus kembali menjadikan masjid sebagai pusat gerakan pemuda. Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat lahirnya kader, gagasan, kepemimpinan, kegiatan sosial, dan berbagai ikhtiar pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menurut Aditya, hasil Muswil selanjutnya harus diterjemahkan ke dalam struktur organisasi dan program kerja yang konkret.
“Hari ini kita telah menyelesaikan satu tahapan penting dengan terpilihnya Ketua Umum DPW dan terbentuknya Tim Formatur. Selanjutnya adalah memastikan hasil Muswil benar-benar diturunkan menjadi struktur yang solid dan program yang dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sesuai ketentuan Muswil, Haidar bersama Tim Formatur akan menyusun kepengurusan lengkap untuk kemudian diajukan kepada DPP BKPRMI paling lambat 30 hari setelah Muswil. Selanjutnya dilakukan proses pengesahan dan persiapan pelantikan atau pengukuhan pengurus.
Haidar mengatakan amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar BKPRMI DIY.