NTB Didorong Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi

NTB Didorong Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi
Asisten Deputi Manajemen Transformasi Layanan Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, bersama peserta FGD di Mataram. (foto Diskominpotik NTB)

Mataram-Spektroom : ​Asisten Deputi Manajemen Transformasi Layanan Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, tengah mematangkan transisi regulasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Layanan Digital Nasional yang lebih terintegrasi.

​Langkah strategis tersebut diakselerasi melalui Focus Group Discussion (FGD) Uji Coba Pedoman dan Kertas Kerja Manajemen Layanan Digital Pemerintah Batch 2, yang diposisikan sebagai wadah uji coba kebijakan (sandbox) skala terbatas di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026).

​Fahmi Alusi menjelaskan pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemerintahan Digital untuk menggantikan regulasi SPBE sebelumnya. Fokus utama dari transformasi ini adalah menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna (user experience) dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

​"Jika sebelumnya fokus kita adalah pada perbaikan prosedur layanan, kini yang menjadi perhatian utama adalah kualitas layanan dan pengalaman pengguna," ujar Fahmi di hadapan para peserta FGD.

​Ia menambahkan, rancangan regulasi baru ini akan memperkuat fondasi pemerintahan digital melalui empat pilar utama: identitas digital, sistem pertukaran data, portal pemerintah, serta sistem pembayaran digital yang terintegrasi.

​​Di sisi lain, Fahmi juga menyoroti tantangan besar dalam peningkatan talenta digital demi menyongsong target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

​"Pada tahun 2029, ditargetkan populasi ASN di Indonesia sebanyak 90 persen harus memiliki kompetensi digital yang optimal. Kita akan menetapkan parameter yang jelas untuk mencapai target nasional tersebut," tegas Fahmi.

​Pelaksanaan FGD Batch 2 di NTB ini melibatkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota . Mereka dikelompokkan ke dalam tim khusus untuk langsung menguji pengisian kertas kerja manajemen tersebut.

​"Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Bapak dan Ibu sekalian. Ini adalah kesempatan yang sangat baik karena perwakilan dari NTB akan menjadi bagian dari penentu kebijakan nasional," kata Fahmi.

​Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos., MH., menyambut baik mandat uji coba ini. Ia menegaskan transformasi digital dalam pemerintahan tidak boleh sekadar menjadi ajang memproduksi aplikasi baru, melainkan harus mengubah proses bisnis dan budaya organisasi secara menyeluruh.

​"Transformasi digital bukan sekadar mengubah pelayanan manual menjadi elektronik, tetapi bagaimana seluruh sistem pemerintahan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Dr. Aka, sapaan akrabnya.

​Komitmen Pemprov NTB sendiri dalam digitalisasi telah dibuktikan lewat capaian Indeks SPBE tahun 2025 yang meraih nilai tinggi, yakni 4,20 dari skala 5 (kategori memuaskan), dengan nilai sempurna 5,00 pada sektor layanan publik. NTB juga telah mengintegrasikan berbagai layanan melalui platform seperti NTB Satu Data, JDIH, SP4N-LAPOR!, hingga portal NTB DigiFest.

Berita terkait

Bupati Banyumas Ajak ASN Lindungi Pekerja Rentan Melalui Program Salin Aslimas

Bupati Banyumas Ajak ASN Lindungi Pekerja Rentan Melalui Program Salin Aslimas

Purwokerto-Spektroom – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas berperan aktif memperluas perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal melalui Program SALIN ASLIMAS (Sadewo Lintarti ASN Peduli Pekerja Rentan Banyumas). Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Penguatan Komitmen Program

Bian Pamungkas