Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga, IKK September Capai 112,10
Semarang-Spektroon : Keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jawa Tengah masih berada pada tingkat optimistis. Hal ini terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2026 yang mencapai 112,10, atau masih berada di atas angka 100 sebagai batas optimisme.
Angka tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi, baik saat ini maupun dalam beberapa bulan ke depan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., Rabu, (4/11/2026) mengatakan, optimisme konsumen didukung oleh penilaian positif terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan terhadap perkembangan ekonomi ke depan.
“Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap perekonomian ke depan,” jelasnya.
Optimisme itu juga terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang pada September 2026 tercatat sebesar 101,74. Artinya, masyarakat masih menilai kondisi ekonomi saat ini cukup baik.
Penilaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kemampuan masyarakat untuk membeli barang tahan lama seperti peralatan rumah tangga dan barang elektronik.
Sementara itu, harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Tengah dalam enam bulan mendatang bahkan lebih tinggi. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 122,46.
Menurut Andi, tingginya angka tersebut menunjukkan konsumen masih yakin penghasilan akan membaik, lapangan kerja semakin tersedia, dan kegiatan usaha memiliki prospek positif dalam enam bulan ke depan.
Sebagai perbandingan, IKK nasional pada September 2026 tercatat sebesar 118,1. Dengan demikian, optimisme konsumen di Jawa Tengah masih sejalan dengan kecenderungan positif di tingkat nasional.
Hasil survei ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Jawa Tengah masih memiliki keyakinan terhadap kemampuan ekonomi daerah untuk terus berkembang, meskipun kondisi ekonomi ke depan tetap perlu dicermati.