Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumbar

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumbar
Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat Rakor Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Sumbar (Foto: Biro Adpim)

Spektroom - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan, pemerintah mempercepat pemberian bantuan ke warga terdampak bencana yang rumahnya rusak ringan hingga berat.

Data kerusakan yang telah masuk ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Jika verifikasi sudah selesai, penyaluran bisa dilakukan. Rinciannya Rp15 juta untuk yang rumahnya rusak ringan, Rp30 juta rusak sedang,” ucap Tito Karnavian yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Pascabencana Sumatera di Gubernuran Sumbar, Selasa (13/1/2026).

Kemudian bagi warga yang rumahnya rusak berat, jelas Tito, ditempatkan di hunian sementara (Huntara).

Selain itu ada opsi, masyarakat diberikan biaya per bulan Rp600 ribu selama tiga bulan, dan dapat diperpanjang sebagai uang untuk menunggu sampai hunian tetap (Huntap) selesai dibangun.

“Uang itu bisa digunakan untuk menyewa sementara,” ujarnya.

Kemudian jika hunian tetap (Huntap) selesai, masyarakat dipindahkan ke lokasi dimaksud. Opsi lainnya, jika warga ingin membangun sendiri diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Huntara sedang dibangun pada kabupaten/kota terdampak bencana di Sumbar, jumlahnya mencapai 700 an. Targetnya rampung pada 18 Februari 2026.

“Sebelum Ramadan, masyarakat yang masih tinggal di tenda atau masjid sudah bisa pindah dari pengungsian ke Huntara,” tuturnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi memastikan pemerintah menanggung dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama berada di Huntara.

“Selama berada di Huntara seluruh kebutuhan pengungsi akan dipenuhi oleh pemerintah,” tuturnya.

Sementara, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menambahkan, Polri akan memberikan dukungan untuk penyediaan sumur bor pada titik-titik Huntara.

“Kalau diperlukan sumur bor kami akan kirim personel untuk membuatnya supaya saat warga masuk Huntara, ketersediaan air sudah tersedia,” ucapnya.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс