Trending

Pemerintah Provinsi NTB Komitmen Turunkan Angka Stunting

Pemerintah Provinsi NTB Komitmen Turunkan Angka Stunting
Ketua TP PKK NTB, Sinta Agatia M.Iqbal dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri. (foto: biro adpim pemprov ntb)

Spektroom - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026, Kamis (19/2/2026), di Aula Kantor Dinas Kesehatan NTB. Kegiatan ini menegaskan komitmen penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting secara lebih terarah dan terintegrasi. Ketua TP PKK NTB, Sinta Agatia M.Iqbal, menegaskan upaya penurunan stunting tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. “PKK sudah menyusun rencana pergerakannya ke depan dan kami merasa pergerakan kami di tahun lalu itu belum bergerak cukup efektif dalam membantu intervensi penurunan stunting ini,” ujarnya. Ia menilai, selama ini masing-masing pihak, termasuk PKK dan OPD, masih bekerja secara parsial. Padahal, persoalan stunting sangat kompleks dan tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Masalah ini sedemikian besarnya yang memang harus diambil dari banyak sekali sisi bahkan termasuk pada OPD-OPD yang tidak terkait dengan urusan kesehatan. Sinta mencontohkan, faktor pernikahan usia dini, pola asuh, hingga persoalan lingkungan dan perumahan juga berkontribusi terhadap stunting. Ia mengungkapkan pengalaman intervensi di salah satu wilayah di Lombok yang menunjukkan bahwa penyebab stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan kondisi rumah yang tidak sehat. Karena itu, ia mendorong adanya sistem kolaborasi yang lebih terstruktur dari tingkat provinsi hingga desa, memanfaatkan jaringan kader PKK yang tersebar sampai ke desa. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, memaparkan perkembangan data stunting di NTB. Ia menjelaskan terdapat dua sumber data yang digunakan, yakni data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Berdasarkan data survei terakhir, angka stunting NTB pada 2024 tercatat 29,8 persen atau meningkat sekitar 5,2 persen dibanding sebelumnya. Namun, berdasarkan data by name by address melalui e-PPGBM, prevalensi kumulatif berada di angka 13,8 persen dari total sekitar 388 ribu balita. “Kalau kita bisa keroyok bareng dengan lintas sektor, angka ini bisa kita tekan. Kuncinya di data yang akurat dan intervensi tepat sasaran,” jelasnya. Ia menambahkan, Lombok Timur masih menjadi daerah dengan prevalensi tertinggi, sementara Kota Mataram termasuk yang terendah. Penguatan penggerakan sasaran ke posyandu menjadi salah satu strategi efektif, dengan target partisipasi minimal 80 persen. Fikri juga menekankan pentingnya mencegah kasus baru. Menurutnya, intervensi pada anak dengan faktor risiko lebih efektif dibandingkan menangani anak yang sudah masuk kategori stunting. “Kalau kita intervensi yang punya faktor risiko, dua minggu saja sudah terlihat hasilnya. Tapi kalau sudah stunting, tiga bulan pun hasilnya tidak sebanding dengan effort yang kita keluarkan,” ujarnya.

Berita terkait

Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Pontianak - Spektroom : Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menekankan profesionalisme, disiplin, dan kecepatan pengungkapan tindak pidana sebagai kunci menjaga keamanan masyarakat. Ia meminta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) meningkatkan kinerja agar setiap kasus kejahatan dapat ditangani secara responsif dan memberikan kepastian hukum. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda

Apolonius Welly, Buang Supeno
67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

Jember - Spektroom: Sebanyak 67 mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) diterjunkan ke lima desa di Kecamatan Sukorambi selama 35 hari untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Intervensi Gizi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat edukasi gizi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan keluarga. Serah terima peserta PKL berlangsung

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Ambon - Spektroom : Pemerintah Kota Ambon memperkuat pencegahan korupsi dan penyimpangan anggaran melalui peluncuran SI-BAILEO (Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online). Sistem pengawasan digital ini memungkinkan potensi penyimpangan terdeteksi lebih dini, mempercepat evaluasi program organisasi perangkat daerah (OPD), serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kepala Inspektorat

Eva Moenandar, Buang Supeno
Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Penguatan Mitigasi Bencana, Antisipasi Banjir dan Longsor di Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Penguatan Mitigasi Bencana, Antisipasi Banjir dan Longsor di Jateng

Semarang - Spektroom : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat mitigasi bencana sejak dini menyusul datangnya musim hujan. Penguatan infrastruktur dan koordinasi lintas pemerintah menjadi langkah penting untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah. Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno