Penerbangan Pesawat Garuda Yang Sempat Dialihkan ke Manado, Akhirnya Mendarat di Ternate
Ternate-Spektroom : Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kota Ternate, ikut berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Baabullah Ternate.
Lima hari Bandara Sultan Baabullah sepi dari penerbangan bahkan penumpang yang telah memiliki tiket harus bersabar untuk bepergian.
Setelah terganggu akibat kabut asap tebal selama lima hari sehingga mengganggu jarak pandang, maskapai Garuda Indonesia akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Baabullah Ternate, Sabtu (17/10/2026).
Pesawat Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Jakarta - Ternate, seharusnya sesuai jadwal tiba pukul 07.00 WIT, harus terlambat dari jadwal karena sempat tidak bisa leanding dan dialihkan ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akibat masih terkendala jarak pandang akibat kabut asap.
Dalam beberapa lama di Bandara Internasional Dan Ratulangi Manado, kemudian melanjutkan penerbangan dan pada pukul 10.51 WIT berhasil mendarat di Bandara Sultan Baabullah Ternate.
Branch Manager Garuda Indonesia Ternate, Alam Rafly mengatakan, selama penerbangan dari Jakarta menuju Ternate berjalan dengan kondisi normal. Setelah di lokasi tujuan terjadi perubahan kondisi cuaca karena kabut asap, sehingga memaksa pesawat dialihkan untuk melakukan pendaratan darurat di kota Manado.
"Perjalanan dari Jakarta menuju Ternate berjalan normal dan sesuai jadwal leading pada pukul 7 pagi, namun tiba-tiba kondisi berubah jarak pandang menurun, sehingga terpaksa divert ke Manado," ujar Alam.
Ia juga berharap agar kondisi cuaca dan kabut asap dapat segera membaik sehingga seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Baabullah Ternate, akan dapat kembali normal.
Diakui Alam, gangguan cuaca ini sangat berdampak signifikan pada jadwal perjalanan penumpang, juga ikut memicu penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, serta berpotensi mengganggu agenda penting para penumpang yang hendak menuju ke Maluku Utara.
“Alhamdulillah, Garuda sudah kembali landing di Ternate. Semoga kondisi cuaca ini terus membaik,” tambah Alam.
Operasional Garuda Indonesia di Bandara Sultan Baabullah masih terjadi di tengah dampak dari kabut asap yang menyelimuti wilayah Ternate dan sekitarnya. Kondisi jarak pandang yang fluktuatif menuntut maskapai untuk terus menyesuaikan operasional demi mengutamakan keselamatan penerbangan.
Pesawat Garuda Indonesia yang leading di Bandara Sultan Baabullah Ternate, juga dua maskapai yaitu Batik Air dan Lion Air juga berhasil mendarat di Bandara Sultan Babullah di hari yang sama.
Dengan berhasil leading di Bandara Sultan Baabullah, aktivitas penerbangan mulai kembali pulih, sehingga dapat mengurai penumpukan dan keterlambatan penumpang dalam beberapa hari ini, namun operasional penerbangan ini masih tetap tergantung dari kondisi jarak pandang dampak dari kabut asap di sekitar bandara Sultan Baabullah Ternate.