Trending

Perguruan Tinggi Vokasi perlu Bersinergi Melalui Pertukaran Pengalaman, Inovasi & Penelitian

Perguruan Tinggi Vokasi perlu Bersinergi Melalui Pertukaran Pengalaman, Inovasi & Penelitian
Penerimaan Direktur Politeknik Tempo ( Foto : Humas Unimerz makasar )

Makasar-Spektroom : Politeknik Tempo Jakarta melakukan kunjungan silaturahmi ke Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) Makassar, Selasa (13/10/2026).

Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas jejaring dan kerja sama antarperguruan tinggi vokasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M., disambut Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes. Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta peluang kolaborasi antarinstitusi.

Kunjungan ini memiliki nilai strategis karena kedua direktur juga menjabat sebagai pimpinan Perkumpulan Politeknik Swasta Seluruh Indonesia (PELITA).

Shalfi Andri sebagai Ketua Umum dan Dr. Hairuddin K sebagai Wakil Ketua Umum memiliki peran penting dalam mendorong sinergi dan penguatan jejaring politeknik swasta di Indonesia.

Direktur Polimerz sekaligus Wakil Ketua Umum PELITA, Dr. Hairuddin K, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan vokasi.Direktur Polimerz sekaligus Wakil Ketua Umum PELITA, Dr. Hairuddin K, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

“Perguruan tinggi vokasi perlu memperkuat sinergi melalui pertukaran pengalaman, inovasi pembelajaran, penelitian kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi institusi, dosen, dan mahasiswa,” ungkap Dr. Hairuddin K.

Sementara itu, Direktur Politeknik Tempo sekaligus Ketua Umum PELITA, Shalfi Andri, S.P., M.M., menyampaikan bahwa jejaring antar perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat mutu dan daya saing pendidikan vokasi.

"Setiap perguruan tinggi memiliki potensi dan keunggulan yang dapat saling melengkapi. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, kita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja,” ujar Shalfi.

Kunjungan tersebut berlangsung menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PELITA Indonesia yang dijadwalkan pada 14–17 Oktober 2026 di Claro Hotel Makassar.

Rakernas menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, serta perumusan arah pengembangan PELITA dalam memperkuat peran perguruan tinggi politeknik swasta.

Melalui momentum ini, Polimerz dan Politeknik Tempo diharapkan dapat memperluas kemitraan sekaligus mendorong implementasi kolaborasi yang terukur dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan vokasi yang bermutu, inovatif, dan berdaya saing dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.

Berita terkait

Sleman dan Magelang Perkuat Sinergi Antar Daerah, Gandeng Tangan Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan.

Sleman dan Magelang Perkuat Sinergi Antar Daerah, Gandeng Tangan Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan.

Sleman-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi menjalin kerja sama lintas daerah yang ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Bupati Magelang, yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid di Pendopo Parasamya

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Sejumlah Wilayah Terdampak

Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Sejumlah Wilayah Terdampak

Jember-Spektroom : Penurunan debit air yang mengalir ke pemukiman warga mulai mengancam ketersediaan air bersih di Dusun Paci, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sekitar 30 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut terus berlanjut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen setelah menerima laporan

Budi Sucahyono, Julianto