Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya Ground Breaking 13 Proyek Nasional.

Presiden Prabowo Subianto Siang ini Meresmikan Dimulainya  Ground Breaking 13 Proyek Nasional.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ground Breaking 13 Proyek Nasional tahap kedua. (Foto : Bian Pamungkas).

Cilacap-Spektroom: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan 13 proyek nasional di berbagai lokasi merupakan bagian dari langkah besar menuju kebangkitan bangsa Indonesia.

Proyek-proyek ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun oleh para presiden sebelumnya sejak awal kemerdekaan.

Hal tersebut dikatakan Presiden ketika memberi sambutan pada peresmian ground Breaking 13 proyek Nasional tahap kedua di Cilacap Rabu (29/4/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa kebangkitan bangsa bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang penuh tantangan, mulai dari perang fisik pasca-kemerdekaan hingga persaingan global saat ini.

Ia juga menyoroti bahwa dinamika dunia, termasuk konflik internasional, berdampak langsung pada kondisi ekonomi Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa kunci utama kebangkitan bangsa adalah nasionalisme, persatuan, dan keberanian mengelola sumber daya sendiri.

Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan harus mengolah sumber daya alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi rakyat.

Ia juga mengkritik praktik pengelolaan sumber daya yang selama ini dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, serta menegaskan komitmennya agar kekayaan Indonesia dikelola dan dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri.

Selain itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa—termasuk aparat, teknokrat, dan ilmuwan—untuk bekerja jujur, menghindari korupsi, serta mengabdikan kemampuan demi kepentingan negara. Ia menekankan tidak akan memberi toleransi terhadap pihak yang tidak patuh pada kepentingan nasional.

Presiden juga menyoroti berbagai program ekonomi kerakyatan, seperti pembangunan puluhan ribu koperasi dan penciptaan lapangan kerja melalui berbagai proyek dan program pemerintah. Menurutnya, langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.

Di akhir pidatonya, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap bersatu, melampaui perbedaan, dan optimistis bahwa Indonesia dapat menjadi negara maju, makmur, dan dihormati dunia.

Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan, bahwa groundbreaking ini merupakan proyek hilirisasi tahap ke-2 yang mencakup 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun. Di mana ada 5 proyek sektor energi, 5 proyek mineral dan 3 proyek pertanian yang tersebar di beberapa tempat.

Peresmian groundbreaking ini menjadi simbol dimulainya percepatan hilirisasi industri nasional sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara besar.

Berita terkait

Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Prof Dr. H. La Ode Husen SH., M.Hum: Penataan Prodi Harus Berbasis Ilmu, Bukan Sekadar Pasar

Makassar -Spektroom : Kebijakan penataan program studi (prodi) yang digulirkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, arah kebijakan ini harus tetap berpijak pada mandat utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban, bukan semata memenuhi kebutuhan

Yahya Patta, Buang Supeno