Trending

Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed Perkuat Jejaring Riset Kelautan Internasional

Pusat Biodiversitas dan Maritim Unsoed Perkuat Jejaring Riset Kelautan Internasional
Dua delegasi Unsoed bersama delegasi berbagai negara didunia mengikuti pelatihan riset kelautan internasional di Qingdao, China. (Foto : Humas Unsoed).

Purwokerto-Spektroom : Penguatan kapasitas peneliti dan jejaring kerja sama internasional menjadi perhatian Pusat Biodiversitas dan Maritim, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Upaya tersebut dilakukan melalui keikut sertaan dua delegasi Unsoed dalam pelatihan riset kelautan internasional di Qingdao, China.
Dua delegasi, Firda Haifa Fadhilah dan Hendrayana, mengikuti 6th Training Course on Marine Scientific Research in the South China Sea yang digelar First Institute of Oceanography (FIO), Ministry of Natural Resources of China, pada 14–18 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Sophia International Hotel, Qingdao, tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk meningkatkan kapasitas sekaligus bertukar pengetahuan mengenai penelitian ilmiah kelautan, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Laut Cina Selatan.

Selama pelatihan, peserta memperoleh wawasan mengenai metodologi penelitian kelautan, pemanfaatan data dan teknologi, serta berbagai isu ilmiah yang berkembang di kawasan tersebut.

Bagi Unsoed, forum ini menjadi ruang untuk memperluas komunikasi dengan peneliti dari berbagai negara dan membuka peluang kolaborasi penelitian.

Dalam keterangan tertulis Senin (21/9/2026), Hendrayana mengatakan, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman penting bagi pengembangan kapasitas dan jejaring penelitian.

“Selain memperoleh wawasan baru mengenai penelitian ilmiah kelautan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan membangun komunikasi dengan peneliti dari berbagai negara. Jejaring tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang kolaborasi penelitian di masa mendatang,” ujarnya.

Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed selama ini memiliki perhatian pada sejumlah isu strategis kelautan, mulai dari ekologi laut, kesehatan ekosistem pesisir, konservasi, biogeokimia laut, bioteknologi, hingga pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan.

Penguatan jejaring internasional diharapkan mendukung pengembangan riset yang lebih integratif dan berbasis data. Langkah tersebut sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kontribusi Unsoed dalam menjawab tantangan pengelolaan ekosistem pesisir serta laut secara berkelanjutan.

Berita terkait

Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Bupati Banyumas Jajaki Kerja Sama dengan Iran, dari Alat Kesehatan hingga Pertukaran Pelajar

Purwikerto-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Republik Islam Iran di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebudayaan, hingga olahraga. Penjajakan ini juga mencakup rencana hibah alat kesehatan untuk mendukung pembangunan rumah sakit di Purwokerto serta pembangunan tempat ibadah. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (15/10/2026), peluang

Bian Pamungkas
Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi di Berbagai Aspek

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan Polda Metro Jaya, untuk meningkatkan keamanan, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang kerja. Sinergi tersebut juga diarahkan pada penataan kawasan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk wilayah rawan transaksi narkoba di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap

Irvan Idris Saleh, Julianto
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru