The Bandung Connection 2026, Mahasiswa Internasional Unsoed Belajar Sejarah dan Budaya Indonesia
Bandung-Spektroom : Mengenal Indonesia tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Pengalaman mengunjungi situs bersejarah, menikmati keindahan alam, hingga berinteraksi langsung dengan seni tradisional menjadi cara mahasiswa internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memahami keberagaman budaya Indonesia.
Pengalaman tersebut diperoleh melalui kegiatan The Bandung Connection 2026 yang diselenggarakan International Relations Office (IRO) Unsoed pada 31 Oktober hingga 2 November 2026. Selama tiga hari, para peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi sejarah, budaya, dan wisata alam di Jawa Barat.
Mengusung tema “Discovering History, Cultural Heritage, and Strengthening Unity”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga sarana pembelajaran lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai negara.
Pada hari pertama, peserta mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar untuk mengenal perpaduan nilai keislaman, arsitektur, dan identitas budaya Jawa Barat. Perjalanan dilanjutkan ke Museum Konferensi Asia Afrika dan kawasan Jalan Asia Afrika.
Di lokasi tersebut, mahasiswa internasional diperkenalkan dengan sejarah Konferensi Asia Afrika 1955. Mereka mempelajari semangat solidaritas, kesetaraan antarbangsa, kedaulatan, serta kerja sama internasional yang menjadi bagian penting sejarah diplomasi Indonesia.
Hari kedua diisi dengan kegiatan eksplorasi alam dan petualangan. Peserta mengunjungi Kawah Putih di kawasan Gunung Patuha, Ciwidey, untuk melihat langsung karakteristik lanskap vulkanik. Selanjutnya, mereka mengikuti kegiatan rafting dan paintball di kawasan Situ Cileunca, Pangalengan.
Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antarpeserta.
Pengalaman mengenal budaya lokal berlanjut pada hari ketiga melalui kunjungan ke Saung Angklung Udjo. Selain menyaksikan pertunjukan seni tradisional Sunda, mahasiswa internasional juga berkesempatan memainkan angklung bersama.
Melalui pengalaman tersebut, peserta diperkenalkan pada nilai kebersamaan dan harmoni yang tercermin dalam musik tradisional Indonesia.
Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, melalui Humas Unsoed Kamis, (5/11/2026) mengatakan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang negara.
Menurutnya, pengalaman mengunjungi situs bersejarah, menikmati alam, dan berinteraksi dengan seni tradisional diharapkan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai identitas, sejarah, serta keberagaman budaya Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Unsoed berharap mahasiswa internasional tidak hanya memperoleh pengalaman di luar lingkungan akademik, tetapi juga membangun persahabatan, pemahaman lintas budaya, dan semangat persatuan di tengah keberagaman.