TPID Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID di Daerah, Dari Command Center Lantai II Diskominfotik Lampung
Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk Sertifikasi Gratis Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
TPID Lampung mengikutinya dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung Kompleks Kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung. Nampak hadir dalam Rakor TPID, anggota Forkopimda Provinsi Lampung serta Kepala Badan/Dinas dan Kepala Biro terkait dilingkungan sekretariat Daerah provinsi Lampung.
Rakor itu sendiri digelar di Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, dipimpin Sekjen Kemendageri Tomsi Tohir, Senin (26/10/2026).
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menyampaikan bahwa rapat koordinasi pengendalian inflasi tersebut telah memasuki pertemuan ke-1.900.
"Pertemuan rutin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok serta menjaga stabilitas inflasi di daerah" ujar Toms.
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan oleh Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, inflasi nasional pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m), 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), dan 2,40 persen secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d).
"Secara bulanan, inflasi Oktober 2026 lebih rendah dibandingkan September 2026 yang beradadi angka 0,30 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,51 persen dan andil sebesar 0,15 persen" terang Ateng Hartono dalam paparannya.
Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi bulanan antara lain cabai rawit, tomat, cabai merah, sawi hijau, serta tarif angkutan udara. Sementara itu, komoditas yang turut meredam inflasi di antaranya daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, semangka, bawang putih, dan bawang merah.
Sementara itu, secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memberikan andil terbesar terhadap inflasi dengan inflasi sebesar 4,82 persen dan andil 1,40 persen. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tahunan antara lain cabai rawit, emas perhiasan, ikan segar, beras, minyak goreng, serta daging ayam ras.
Selain membahas pengendalian inflasi, rapat koordinasi kali ini juga dirangkaikan dengan pembahasan kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kolaborasi tersebut berkaitan dengan program pemberian sertifikat tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan dan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
Pembahasan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.(@Ng).