UMI Makassar Dampingi MACEH Indonesia, Dorong Digitalisasi Inventori dan Kemandirian Usaha
Makasar - Spektroom : Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendorong pelaku usaha MACEH Indonesia beralih dari pencatatan persediaan barang secara manual menuju sistem digital. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Evaluasi Sistem dan Pendampingan Kemandirian Digital yang digelar Senin (2/11/2026).
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola persediaan barang secara lebih tertib, efektif, dan terukur melalui penerapan sistem informasi inventori.
Kegiatan tersebut dihadiri Nadia Napis selaku pemilik MACEH Indonesia. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sistem informasi inventori yang telah dikembangkan mampu memenuhi kebutuhan operasional usaha, khususnya dalam pencatatan barang masuk dan barang keluar serta pemantauan stok persediaan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ir. Yulita Salim, S.Kom., M.T., mengatakan penerapan sistem berbasis digital diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan pencatatan persediaan yang selama ini masih dilakukan secara manual.
"Melalui penerapan sistem informasi inventori ini, kami berharap mitra dapat beralih menuju pengelolaan persediaan yang lebih terstruktur, efektif, dan mudah dipantau," ungkap Yulita.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian tidak hanya melakukan evaluasi sistem, tetapi juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pemilik dan staf MACEH Indonesia untuk menguji penggunaan aplikasi.
Mitra diperkenalkan dengan sejumlah fitur utama aplikasi, mulai dari pengelolaan data barang, pencatatan barang masuk, pencatatan barang keluar, hingga pemantauan stok persediaan.
Melalui praktik langsung tersebut, pemilik dan staf usaha mendapatkan pemahaman mengenai alur penggunaan aplikasi yang disesuaikan dengan aktivitas pengelolaan inventori sehari-hari.
Yulita menjelaskan, pendampingan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pengujian fungsi aplikasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian digital mitra.
Menurutnya, pemilik dan staf MACEH Indonesia perlu memiliki kemampuan mengoperasikan sistem secara mandiri agar teknologi yang telah diperkenalkan benar-benar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Pendampingan ini menjadi bagian penting dari proses transfer pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian, mitra tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya dalam aktivitas pencatatan dan pengelolaan persediaan sehari-hari," jelasnya.
Selain melakukan uji coba, tim pengabdian juga mengidentifikasi kesesuaian fitur aplikasi dengan kebutuhan operasional usaha. Berbagai masukan dari mitra dihimpun sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem agar dapat digunakan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Yulita didampingi anggota tim yang terdiri atas Ir. Wistiani Astuti, S.Kom., M.T., Dr. Ir. Lilis Hayati, S.Kom., M.Eng., dan Sitti Rahma Jabir, S.M., M.Sc., MTA.
Tim juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Zaskia Nurfadillah Rahmat dari Program Studi Sistem Informasi dan Dea Ariyanti dari Program Studi Teknik Informatika.
Melalui program ini, UMI Makassar berharap MACEH Indonesia semakin mampu mengelola persediaan barang secara mandiri dengan memanfaatkan sistem informasi inventori.
Digitalisasi tersebut diharapkan membawa dampak nyata bagi operasional usaha, terutama meningkatkan ketertiban pencatatan, mempercepat pemantauan stok, meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah pengawasan arus barang masuk dan keluar.
Lebih dari sekadar penerapan aplikasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.
Dengan demikian, teknologi informasi tidak berhenti sebagai produk inovasi kampus, tetapi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk memperkuat tata kelola dan mendukung keberlanjutan usaha mitra.