Wali Kota Syafrin Buka Festival Hari Anak Nasional 2026, Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
Jakarta – Spektroom : Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, secara resmi membuka Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Taman Bendera Pusaka, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Berani Bermimpi, Berani Berkarya" ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan mendukung tumbuh kembang anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Jakarta Selatan Azizah Syafrin, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan Tomy Fudihartono, serta Dandim 0504/Jakarta Selatan Letkol Kav I Nyoman Artawan.
Festival Hari Anak Nasional 2026 diikuti sebanyak 274 peserta yang terdiri dari pelajar sekolah dasar (SD) dari 22 sekolah dan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dari 26 sekolah di Jakarta Selatan. Para peserta berkompetisi dalam berbagai perlombaan, di antaranya Lomba Tari Tradisional Betawi, Fashion Show, dan Lomba Hadroh.
Dalam sambutannya, Wali Kota Syafrin, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi yang dimiliki dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama anak, satuan pendidikan, hingga masyarakat luas agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
"Perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah hingga masyarakat," katanya.
Syafrin berharap Festival Hari Anak Nasional dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan rasa percaya diri, sekaligus melestarikan budaya daerah melalui berbagai perlombaan yang diselenggarakan. Kegiatan seperti tari tradisional Betawi dan hadroh, menurutnya, menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya dan nilai-nilai kebersamaan sejak usia dini.
Melalui tema "Berani Bermimpi, Berani Berkarya", Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan ingin mendorong anak-anak agar berani memiliki cita-cita tinggi dan terus mengembangkan kreativitas serta bakat yang dimiliki. Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar diharapkan mampu menjadi bekal bagi anak-anak dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Festival berlangsung meriah dengan penampilan para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan para tamu undangan dan masyarakat. Antusiasme peserta maupun pendamping mencerminkan semangat Hari Anak Nasional sebagai perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan pelestarian budaya bagi generasi muda Jakarta Selatan.