Wawako Jeffry Buka Dialog Kerukunan Umat Beragama, Tekankan Keharmonisan Sebagai Keistimewaan Sawahlunto
Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah secara resmi membuka Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto di Hotel Khas Ombilin, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, ini merupakan upaya memperkuat komunikasi lintas agama untuk menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama merupakan salah satu keistimewaan Kota Sawahlunto yang harus dipelihara bersama.
"Keharmonisan antarumat beragama ini adalah keistimewaan Sawahlunto. Ini modal sosial yang sangat berharga dan perlu kita jaga bersama," ujar Wawako Jeffry.
Ia menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kerukunan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, FKUB, Kementerian Agama, serta para tokoh lintas agama untuk memperkuat upaya pencegahan potensi perpecahan sejak dini.
Untuk itu, Wawako Jeffry mendorong optimalisasi peran FKUB melalui kegiatan-kegiatan yang relevan dan menyentuh langsung masyarakat. Ia mencontohkan kegiatan seperti dialog kerukunan dan kemah lintas agama sebagai sarana efektif membangun komunikasi dan pemahaman.
"Pemerintah Kota Sawahlunto sangat mengapresiasi dan mendukung penuh setiap kegiatan yang berkontribusi pada penguatan kerukunan umat beragama. Melalui dialog seperti ini, komunikasi dan saling pemahaman antarumat akan terus terbangun," tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Sawahlunto Zainul Arizal Datuak Bandaro Putih dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan secara berkelanjutan dan lintas generasi.
Menurutnya, kerukunan yang telah terpelihara dengan baik di Kota Sawahlunto saat ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari upaya bersama yang harus terus diwariskan.
"Upaya antisipasi sejak dini sangat diperlukan agar persatuan dan keharmonisan yang terpelihara saat ini dapat kita wariskan kepada generasi mendatang," kata Zainul.
Dialog kerukunan umat beragama ini diikuti total 80 orang peserta yang dibagi dalam dua angkatan. Para peserta terdiri dari perwakilan tokoh agama, penyuluh agama kecamatan, dan pengurus masjid se-Kota Sawahlunto.
Dengan dialog ini, FKUB berharap terbangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya toleransi, serta meningkatnya peran aktif para tokoh agama dan penyuluh dalam menjadi agen perekat persatuan di tengah masyarakat. (Ris1)