Festival Ayam Kukuak Balenggek Sawahlunto 2026 Dibanjiri Peserta
Sawahlunto–Spektroom: Festival dan Lomba Ayam Kukuak Balenggek Sawahlunto Maju 2026 resmi digelar di Taman Silo, Kota Sawahlunto,Minggu (8/11/26). Kegiatan yang mengangkat kekayaan seni suara ayam khas Minangkabau ini mendapat sambutan luar biasa, dengan jumlah pendaftar tercatat lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Festival tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.IP, didampingi Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Meldi Hidayah Marta, S.STP, M.Si, General Manager PT Bukit Asam (PTBA) Achong Zulfaizon, Wakil Wali Kota Sawahlunto periode 2013–2018 H. Ismed, S.H., serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Riyanda menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk mendukung berbagai kegiatan yang lahir dari inisiatif komunitas.
"Keterlibatan komunitas menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis kegiatan atau event" ujarnya
Riyanda juga mengapresiasi Rowbowikty Bird Farm selaku penyelenggara yang telah berkontribusi menghadirkan kegiatan tersebut. Festival ini dinilai tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi para penghobi dan pelestari ayam Kukuak Balenggek, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Pemilihan Taman Silo sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sawahlunto.
Dengan kehadiran ratusan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah, festival ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor perdagangan, kuliner, jasa, dan usaha masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Fauzan Farhan menyampaikan bahwa antusiasme peserta melampaui ekspektasi. Hingga pelaksanaan kegiatan, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 500 orang dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Kompetisi mempertandingkan dua kategori utama, yakni kelas Boko dengan persyaratan minimal lima lenggek dan kelas Landik dengan minimal tiga lenggek.
Ayam Kukuak Balenggek sendiri merupakan salah satu kekayaan plasma nutfah sekaligus warisan budaya masyarakat Minangkabau yang dikenal melalui keunikan suara kokoknya yang bertingkat atau berlenggek.
Keunikan tersebut menjadikan ayam Kukuak Balenggek bukan sekadar komoditas peternakan, melainkan juga bagian dari identitas budaya yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kegiatan pelestarian, komunitas, dan pariwisata.
Penyelenggaraan festival ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi instrumen promosi daerah. Ketika tradisi dan hobi masyarakat dikemas menjadi sebuah agenda wisata, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Melalui Festival dan Lomba Ayam Kukuak Balenggek Sawahlunto Maju 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap semakin banyak komunitas yang mengambil peran dalam menghidupkan kalender kegiatan daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya memperkuat identitas Sawahlunto sebagai Kota Event, sekaligus menjadikan kegiatan budaya dan komunitas sebagai salah satu penggerak pariwisata serta ekonomi masyarakat. (Ris1)